BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tim dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB University) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen Pulang Kampung 2025 di Desa Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan ini berfokus pada pendampingan masyarakat dalam rangka mengimplementasikan inovasi sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) dalam budidaya ikan sidat (Anguilla spp.) di Desa Tegal Buleud Kecamatan Tegal Buleud Kab Sukabumi.
Program ini merupakan bagian dari komitmen IPB University dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat agromaritim, terutama untuk mendukung pengembangan budidaya perikanan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.
Budidaya ikan sidat dengan sistem RAS pada tahap pertama ini dilakukan mulai dari glass eel hingga elver, dengan masa pemeliharaan sekitar 3–4 bulan hingga siap panen elver.
Pada panen elver kali ini, ikan sidat yang semula memiliki bobot 0,16 gram per ekor telah tumbuh kembang menjadi elver dengan ukuran 15–20 gram per ekor. Setiap kolam system RAS yang diciptakan ini mampu menampung hingga 1 kilogram glass eel, hal menunjukkan potensi besar sistem RAS dalam meningkatkan efisiensi budidaya dan kualitas hasil panen.
Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian, tim dosen IPB yang diketuai Dr. Ir. R.A. Hangesti Emi Widyasari juga melakukan serah terima empat kolam budidaya ikan sidat dengan sistem RAS serta pakan ikan sidat kepada Bapak Ramdan selaku Kepala Desa dan kelompok pembudidaya ikan sidat di Tegal Buleud.
Pengadaan genset ini diharapkan dapat mengantisipasi gangguan listrik yang kerap terjadi di wilayah Desa Tegal Buleud, agar sistem RAS tetap berfungsi optimal.
Kepala Desa Tegal Buleud, Bapak Ramdan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini. Budidaya ini dimaksudkan untuk meningkatkan harga jual ikan sidat dari yang semula harga glass eel yang jatuh. Kami menghimbau seluruh kelompok nelayan yang ingin melakukan budidaya ikan sidat dengan serius agar menjadikan sistem RAS ini sebagai solusi,” ujar Pak Ramdani, dalam keterangannya diterima, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga:
Roadshow Suar Mahasiswa Awards 2025 Sukses Digelar di Universitas Bhakti Kencana
Pertanian Masuk Era Digital, Mahasiswa UNAIR Hadirkan Platform Terpadu AgriaBiz
Sementara itu, ibu Hangesti, selaku dosen IPB sekaligus koordinator kegiatan Dospulkam IPB di Desa Tegal Buleud, menekankan pentingnya dukungan pemerintah desa, pihak swasta dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPP HNSI) dalam keberlanjutan program.
“Harapan kami, empat kolam sistem RAS ini dapat menjadi program desa yang berkelanjutan. Kepala desa juga telah menyambut baik inisiatif ini dan siap mendukung melalui dana desa,” ungkap Bu Hangesti.
Melalui kegiatan ini, Tim IPB University berharap teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) dapat menjadi inovasi unggulan desa dalam budidaya ikan sidat, sekaligus menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan masyarakat lokal dalam membangun ekonomi berbasis sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
(Dist)











