BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Komisi VII DPR RI mendorong TVRI, RRI, dan Kantor Berita ANTARA tidak sekadar menjadi penyiar, tetapi menjadi motor utama dalam membangun euforia nasional menyambut Piala Dunia 2026. Kolaborasi tiga media negara ini dinilai penting agar ajang sepak bola terbesar dunia itu benar-benar dirasakan gaungnya oleh masyarakat Indonesia, bukan hanya menjadi peristiwa global yang ramai di luar negeri.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty menegaskan, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 harus menjadi momentum strategis bagi media publik nasional untuk menunjukkan peran besarnya dalam membangun partisipasi publik.
“Piala Dunia ini harus menjadi legacy media publik. Jangan sampai ramai di negara lain, tapi justru sepi di Indonesia,” ujar Evita saat memimpin rapat kerja dengan pimpinan TVRI, RRI, dan Kantor Berita ANTARA di Semarang, Jawa Tengah, dikutip dari Antara, Sabtu (21/2/2026).
Sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 yang dapat diakses gratis oleh masyarakat, TVRI dinilai memiliki peran strategis. Namun, DPR menilai beban tersebut tidak bisa ditanggung sendiri.
“TVRI tidak mungkin berdiri sendiri. Harus ada dukungan dari RRI dan ANTARA agar informasinya masif, merata, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Evita.
Baca Juga:
Hasil Drawing Piala Dunia 2026, Format Ketat untuk 48 Peserta
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas platform, televisi, radio, dan media digital agar masyarakat dari kota hingga pelosok tetap mendapatkan akses informasi, siaran, dan atmosfer Piala Dunia secara setara.
Selain siaran pertandingan, DPR juga mendorong penguatan konten pendukung seperti berita, foto, liputan khusus, dan materi edukatif seputar Piala Dunia. ANTARA dinilai memiliki peran strategis dalam menyediakan dokumentasi visual dan distribusi konten bagi media lain yang tidak memiliki akses langsung ke lokasi pertandingan.
Sementara itu, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyatakan kesiapan institusinya untuk terlibat aktif membangun “demam Piala Dunia” di Indonesia.
ANTARA berencana mengirim wartawan langsung ke lokasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta menyiapkan liputan khusus lintas platform dan mikrosite interaktif agar masyarakat bisa mengikuti perkembangan turnamen secara komprehensif.
Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya menghadirkan siaran, tetapi membangun pengalaman publik nasional di mana Piala Dunia 2026 tidak sekadar ditonton, tetapi dirasakan sebagai peristiwa bersama seluruh rakyat Indonesia











