BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Musisi dan salah satu pendiri kolektif asal Korea Selatan, Dream Perfect Regime (DPR), Christian Yu atau yang lebih dikenal dengan nama panggung DPR IAN, tengah menjadi pusat perhatian publik setelah meluapkan amarahnya di platform media sosial X (Twitter) pada Selasa (7/10/2025) lalu.
Dalam unggahannya, IAN secara terbuka menuding mantan CEO DPR, Scott Kim alias DPR REM, telah melakukan eksploitasi finansial dan pengkhianatan profesional selama lebih dari satu dekade. Ia bahkan menandai langsung akun Scott untuk menyampaikan rasa kecewa yang telah lama dipendam.
IAN Klaim Jadi Otak Kreatif DPR
Dalam unggahannya, DPR IAN menegaskan bahwa dirinya merupakan sosok di balik sebagian besar ide kreatif dan proyek besar DPR. Namun, selama 10 tahun berkarya, ia mengaku tidak pernah menerima kompensasi finansial yang layak atas kerja kerasnya.
“Saya yang mengedit, membuat efek visual (VFX), dan menciptakan konsep DPR dari nol! Desain suara! Lapisan eksekutif memproduseri semuanya! Mulai dari membawa tim yang membentuk kita menjadi seperti sekarang!” tulis IAN, dikutip Jumat (10/10/2025).
IAN juga menyebut bahwa sebagian proyek DPR bahkan dibiayai dari utang pribadinya, sementara penghasilannya selama satu dekade disebut lebih rendah dari gaji seorang sekretaris dalam setahun.
Unggahan IAN tak berhenti pada persoalan uang semata. Ia juga menumpahkan frustrasi dan rasa dikhianati terhadap Scott Kim.
“Dan khusus untukmu Scott, aku harap kau tidak akan pernah menemukan kedamaian,” tulisnya dalam unggahan lain yang bernada tajam.
Pria berdarah Korea–Australia itu juga menyebut dirinya sebagai “CEO sah DPR”, menegaskan kontribusinya di hampir semua aspek kreatif, teknis, dan artistik dalam perjalanan kolektif tersebut.
Baca Juga:
Deretan Drama Korea Terbaru Oktober 2025: Dari “Genie, Make a Wish” hingga “Moon River”
Seorang WNA Korea Diduga Terlibat Pembunuhan Perempuan di Hotel Tangerang
Bantah Jadi Penyebab DPR LIVE Keluar
Selain menyinggung masalah finansial, IAN juga menepis tuduhan bahwa dirinya menjadi alasan keluarnya DPR LIVE (nama asli Hong Dabin) dari grup. Ia mengaku merasa sakit hati atas tuduhan tersebut yang menurutnya tidak berdasar.
Unggahan DPR IAN ini pun kembali membuka luka lama dalam tubuh DPR. Konflik internal yang sebelumnya sempat mereda kini kembali mencuat ke permukaan.
Perseteruan ini bukan kali pertama terjadi di bawah bendera Dream Perfect Regime. Sebelumnya, Hong Dabin (DPR LIVE) juga pernah berselisih dengan Scott Kim terkait pembagian keuntungan yang tidak adil dan biaya tur dunia yang tak dibayarkan.
Masalah keuangan tersebut mendorong Hong Dabin keluar dari DPR pada 2023, dan ia kemudian mendirikan label independennya sendiri bernama CTYL.
Scott Kim Belum Beri Tanggapan
Hingga berita ini ditulis, Scott Kim belum memberikan pernyataan resmi menanggapi tuduhan eksploitasi finansial yang dilontarkan oleh DPR IAN. Publik pun kini menunggu klarifikasi dari pihak Scott maupun DPR sebagai kolektif kreatif yang selama ini dikenal solid di industri musik global.
Unggahan emosional DPR IAN ini sontak viral di media sosial dan memunculkan berbagai reaksi. Sebagian penggemar mendukung keberaniannya bersuara, sementara lainnya berharap konflik internal DPR dapat diselesaikan dengan cara damai tanpa merusak warisan musik dan visual yang telah mereka bangun selama lebih dari satu dekade.
(Hafidah Rismayanti/_Usk)











