BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Ducati menghadapi dilema besar di balik dominasi mutlak mereka bersama Marc Marquez pada MotoGP 2025. Di satu sisi, pabrikan Italia itu menikmati musim hampir sempurna berkat performa luar biasa sang juara dunia. Namun di sisi lain, perubahan regulasi MotoGP 2027 justru membuat masa depan kolaborasi ini berada di wilayah abu-abu.
Marc Marquez tampil sebagai sosok sentral dalam lanskap MotoGP modern setelah menutup musim 2025 dengan 11 kemenangan Grand Prix dan 14 kemenangan Sprint. Prestasi tersebut bukan hanya mengantarkannya meraih gelar juara dunia kesembilan, tetapi juga menempatkannya sebagai pebalap paling berpengaruh menjelang era baru MotoGP.
Kontrak Marquez bersama Ducati memang masih berlaku hingga akhir musim 2026. Namun, perubahan besar yang akan datang mulai dari pengurangan kapasitas mesin menjadi 850cc hingga revisi besar pada paket teknis dan ban, membuat keputusan masa depan tak lagi bisa dilihat dari hasil saat ini semata.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui bahwa regulasi 2027 membawa ketidakpastian ekstrem bagi seluruh pabrikan. Dominasi hari ini, menurutnya, tidak otomatis menjamin keunggulan di masa depan.
“Perubahan ini sangat revolusioner. Tidak ada yang bisa memastikan siapa yang akan unggul pada 2027. Pabrikan terkuat saat ini bisa saja tertinggal, begitu pula sebaliknya,” ujar Tardozzi, dikutip dari MotoGP, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga:
Lolos dari Kecelakaan Mengerikan, Alex Marquez Cetak Rekor di MotoGP Spanyol
Dalam situasi seperti ini, Marc Marquez memiliki posisi tawar yang sangat kuat. Ia bukan hanya memilih motor tercepat saat ini, tetapi juga proyek paling meyakinkan untuk menghadapi era baru. Hal inilah yang membuat beberapa pabrikan lain mulai bergerak agresif.
Honda dikabarkan membuka peluang reuni, menawarkan peran sentral dalam proyek kebangkitan mereka. Sementara KTM disebut siap menyodorkan kontrak bernilai besar demi menjadikan Marquez figur utama pengembangan motor 850cc.
Ducati sendiri menegaskan hubungan mereka dengan Marquez berada dalam kondisi sangat baik. Pembicaraan kontrak disebut akan segera dilanjutkan, meski keputusan akhir belum diambil.
“Hubungan kami sangat positif. Marc tahu posisi kami, dan kami tahu apa yang ia cari. Pembicaraan akan berlanjut,” kata Tardozzi.
Lebih dari sekadar negosiasi kontrak, keputusan Marc Marquez kini dipandang sebagai penentu peta kekuatan MotoGP pasca-2026. Pilihan sang juara dunia berpotensi menggeser keseimbangan kekuatan antar pabrikan di era regulasi baru.









