BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Setelah berminggu-minggu bergulat dengan karakter motor yang sulit dipahami, Francesco “Pecco” Bagnaia akhirnya menemukan harmoni dengan Ducati Desmosedici GP25 di Sirkuit Sepang. Hasilnya, juara dunia dua kali itu tampil dominan pada sprint MotoGP Malaysia 2025, Sabtu (25/10/2025), dengan kemenangan telak dari posisi pole.
Padahal, sehari sebelumnya Bagnaia tampak kesulitan menembus Q2 dan sempat mengaku tidak menemukan arah dengan motornya. Namun, perubahan setup yang dilakukan pada Sabtu pagi seolah menghidupkan kembali “roh” GP25, membuat motor yang sebelumnya liar di beberapa lintasan, kini terasa jinak dan stabil di tangan sang juara bertahan.
“Kami mengubah sesuatu yang di masa lalu tidak terlalu membantu, tapi kali ini justru bekerja dengan luar biasa,” ujar Bagnaia melansir Sky Italy, Sabtu (25/10/2025).
“Kemenangan ini untuk tim, yang terus berjuang memahami motor yang terkadang membuat kami bingung. Hari ini, untuk pertama kalinya, saya benar-benar merasa terbantu oleh perubahan yang kami lakukan,” lanjutnya.
Desmosedici GP25 dikenal sebagai salah satu motor paling bertenaga di grid MotoGP, tetapi juga salah satu yang paling sensitif terhadap perubahan setup. Dalam beberapa seri terakhir, termasuk di Phillip Island dan Mandalika, Bagnaia kesulitan menemukan keseimbangan antara kecepatan dan stabilitas.
Baca Juga:
Francesco Bagnaia Minta Ducati Berbenah Jelang MotoGP Argentina
Namun di Sepang, kondisi lintasan yang cepat dengan tikungan lebar dan grip tinggi tampak menjadi “medan damai” bagi GP25. Ducati melakukan penyesuaian pada distribusi bobot dan kontrol traksi yang membuat motor lebih jinak saat keluar tikungan cepat, area yang sebelumnya menjadi titik lemah Bagnaia.
Hasilnya langsung terlihat. Pecco melesat dari pole dan tidak pernah kehilangan posisi terdepan sepanjang 10 lap sprint, menuntaskan balapan dengan jarak lebih dari dua detik dari pesaing terdekatnya. Ini menjadi kemenangan sprint keduanya musim ini, sekaligus sinyal kebangkitan setelah performa naik-turun di seri-seri sebelumnya.
Meski tampil luar biasa, Bagnaia mengaku belum sepenuhnya memahami rahasia di balik perubahan performa ini.
“Ini bukan situasi yang jelas, tidak bagi saya, tidak juga bagi tim. Kami sedang mencoba memahami mengapa terkadang motor bisa terasa sempurna seperti hari ini, dan di lain waktu sangat sulit dikendarai,” katanya.
Tim Ducati sendiri menegaskan bahwa hasil di Sepang menjadi langkah penting untuk menemukan “setelan dasar” yang lebih stabil di sisa musim.
“Kami melihat GP25 semakin responsif terhadap gaya balap Pecco, dan itu tanda baik,” ujar salah satu teknisi Ducati.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Bagnaia dan Ducati di tengah persaingan ketat perebutan gelar. Setelah dua seri penuh frustrasi, hasil di Sepang menunjukkan bahwa GP25 masih memiliki potensi besar, asalkan bisa dikendalikan dengan tepat.
Kini, dengan motor yang mulai “jinak” dan setup yang semakin cocok dengan gaya balapnya, Pecco tampak siap menutup musim dengan performa yang konsisten.
“Kadang motor ini terasa seperti makhluk hidup. Hari ini, akhirnya kami berbicara dalam bahasa yang sama,” pungkas Bagnaia.
(Budis)











