BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Anggota DPRD Jawa Barat, Agung Yansusan, menanggapi serius temuan dugaan korupsi sebesar Rp10 miliar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski belum mendapatkan laporan resmi, Agung menegaskan pentingnya penindakan dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan program tersebut.
“Terkait penemuan ini saya belum mendengar langsung, tapi jika memang ada temuan dalam pengelolaan MBG, maka harus segera ditindaklanjuti dan dievaluasi. Jangan sampai ada lagi kebocoran-kebocoran yang berdampak pada buruknya kualitas makanan,” ujar Agung saat diwawancarai, dikutip Minggu (12/10/2025).
Menurutnya, program MBG seharusnya menjadi terobosan penting dalam mengatasi persoalan stunting di masyarakat sekaligus menjadi peluang besar bagi koperasi lokal untuk tumbuh melalui aktivitas ekonomi yang sehat.
“Program ini sangat baik untuk memerangi stunting dan juga sebagai solusi agar koperasi Merah Putih bisa menjalankan usaha mereka. Maka korupsi-korupsi seperti ini harus ditekan. Uang ratusan triliun dari negara itu memang harus berputar di Indonesia demi menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Agung juga menyampaikan harapannya agar pemerintah memperkuat sistem pengawasan, khususnya dari sisi penggunaan anggaran.
Selain itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah dan koperasi Merah Putih setempat dalam menjalankan unit usaha, khususnya yang kini tengah dirintis di bawah arahan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.
“Harapan kami, pengawasan anggaran diperkuat dan kolaborasi dengan koperasi Merah Putih bisa dimaksimalkan, karena inilah salah satu cara agar ekonomi rakyat benar-benar bisa bergerak,” pungkasnya.
Baca Juga:
Dugaan korupsi dalam program MBG menjadi perhatian publik, mengingat skema ini merupakan salah satu program prioritas nasional.
KPK saat ini masih terus mendalami aliran dana dan pelaksanaan kegiatan yang diduga menyimpang dari prosedur.
(Virdiya/Budis)











