BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dominasi Marc Marquez dan Alex Marquez bersama Ducati bukan hanya mengubah peta persaingan MotoGP, tetapi juga mengguncang struktur internal di Borgo Panigale. Posisi Francesco Bagnaia dan tim VR46 Racing disebut semakin terdesak, terlebih setelah pernyataan terbaru dari manajemen Ducati kembali memanaskan spekulasi.
Musim MotoGP 2025 menjadi titik perubahan besar. Marc Marquez tampil luar biasa dengan gelar juara dunia ketujuhnya di kelas premier, membuat Ducati menjadikannya pusat dari proyek teknis 2026. Setiap pengembangan, setiap eksperimen, kini dirancang berdasarkan gaya balap dan umpan balik Marquez.
Dampaknya langsung terasa. Status Bagnaia sebagai duta besar Ducati sekaligus juara dunia dua kali semakin memudar. Sementara itu, VR46 yang sebelumnya dianggap tim satelit utama Ducati secara statistik tertinggal jauh dari Gresini Racing yang diperkuat Alex Marquez.
Situasi akademi VR46 Riders Academy juga tidak menunjang. Marco Bezzecchi bersinar bersama Aprilia, Luca Marini menemukan ritme di Honda, namun dua ikon besar lainnya tersendat. Bagnaia kehilangan konsistensi, sedangkan tim VR46 tertinggal dalam perburuan poin. Secara total, performa gabungan Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli hampir disamai Alex Marquez seorang diri.
Kondisi ini semakin pelik ketika Ducati memberikan Alex Marquez motor spesifikasi pabrikan untuk musim 2026. Langkah itu otomatis menghapus status istimewa VR46 dalam struktur Ducati, sebuah sinyal bahwa fokus mereka kini sepenuhnya diarahkan pada proyek duo Marquez.
Pernyataan Davide Tardozzi saat tes Valencia menjadi titik balik yang mempertebal spekulasi.
“Alex menjadi acuan dalam tes, bahkan bagi Bagnaia,”ujarnya Tardozzi kepada La Gazzetta dello Sport, dikutip Senin (1/12/2025).
Kalimat pendek itu dianggap menggambarkan pergeseran kekuatan di garasi Ducati: dari era Pecco ke era Marquez bersaudara.
Media Italia, termasuk La Gazzetta dello Sport, bahkan mulai menyebut skenario ekstrem, bahwa Bagnaia dan VR46 bisa meninggalkan Ducati pada 2027. Jika dominasi Marquez bersaudara terus menguat, ruang gerak Pecco diyakini akan semakin sempit. Aliansi teknis, arah pengembangan motor, hingga prioritas dukungan pabrikan kini bergerak menjauh darinya.
Baca Juga:
Sang Ayah Ungkap Sisi Unik Duo Marquez di Luar Lintasan MotoGP
Skenario keluarnya VR46 dari Ducati pun makin masuk akal. Destinasi yang paling logis adalah Aprilia, pabrikan yang konsisten stabil sepanjang 2025. Trackhouse dikabarkan siap merapikan struktur timnya dan membuka jalan bagi kembalinya Davide Brivio ke VR46. Sementara itu, Aprilia masih tertarik mendatangkan Pedro Acosta setelah perekrutannya pada 2026 gagal akibat intervensi Dorna.
Bagnaia sendiri mulai dikaitkan dengan Yamaha, terutama jika Fabio Quartararo benar-benar hengkang pada 2026. Tim Jepang itu tengah bersiap bertransisi ke mesin V4, dan mereka membutuhkan pemimpin proyek baru yang berpengalaman serta mampu memberi arah pengembangan yang jelas.
Musim 2026 akan menjadi panggung percobaan besar sebelum regulasi 850cc diterapkan pada 2027. Era baru ini akan mengubah lanskap MotoGP secara menyeluruh, dan setiap pabrikan berlomba mengunci struktur teknis mereka sejak dini.
Jika Ducati benar-benar menjadi “tim Marquez” sepenuhnya pada 2026–2027, bukan hal mustahil Bagnaia dan VR46 akan mencari rumah baru demi menyelamatkan masa depan mereka. Dan jika itu terjadi, MotoGP bisa memasuki salah satu bursa transfer pembalap paling dramatis dalam satu dekade terakhir.
(Budis)











