BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Empat kali berhadapan, empat kali tumbang. Itulah kisah yang terus menghantui Elena Rybakina setiap kali bertemu Iga Swiatek dalam dua musim terakhir. Namun di Riyadh, Minggu (3/11/2025) malam waktu setempat, segalanya berubah.
Petenis asal Kazakhstan itu akhirnya mematahkan kutukan empat kekalahan beruntun dengan kemenangan luar biasa 3-6, 6-1, 6-0 pada laga kedua Group Serena Williams WTA Finals 2025, hanya dalam waktu 1 jam 37 menit.
Hasil ini bukan sekadar balas dendam personal, tapi juga penegasan bahwa Rybakina kini menjadi salah satu kekuatan paling berbahaya di lapangan keras musim ini. Dengan rekor 2-0 di fase grup, ia dipastikan melaju ke semifinal WTA Finals untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Kemenangan Rybakina semakin berarti karena datang pada saat krusial. Setelah Amanda Anisimova menaklukkan Madison Keys di laga lain, posisi puncak grup pun kini dikuasai petenis unggulan keenam tersebut , satu langkah lagi menuju sejarah baru bagi Kazakhstan.
Set pertama berjalan berat bagi Rybakina. Swiatek tampil seperti biasanya, cepat, agresif, dan klinis. Tapi momentum pertandingan mulai berubah di set kedua, ketika servis Rybakina mulai bekerja sempurna dan serangan forehand-nya menemukan ritme terbaik.
“Ia membawa begitu banyak intensitas ke lapangan, Saya merasa tertinggal di awal, tapi di set kedua saya mulai mendorong diri saya sendiri. Servis saya berkembang, dan saya benar-benar gembira bisa meningkat di setiap poin,” ” kata Rybakina, melansir WTA, Selasa (4/11/2025).
Setelah kehilangan set pertama, Rybakina membalas dengan dua set penuh dominasi, Swiatek hanya memenangkan satu gim dari 13 terakhir. Forehand Rybakina menjadi senjata utama, mengubah unforced error di set pertama menjadi winner bertubi-tubi.
Baca Juga:
Iga Swiatek dan Era Baru Dominasi Tenis Putri Dunia
Data pun menunjukkan pergeseran besar. Persentase kemenangan servis pertama Rybakina naik hingga 83 persen di set kedua, sementara Swiatek anjlok ke 50 persen. Petenis Polandia itu juga melakukan 36 unforced error di dua set terakhir, lonjakan besar dari hanya enam di set pertama.
Bagi Rybakina, kemenangan ini bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang ketahanan mental. Ia datang ke Riyadh membawa performa konsisten sejak akhir musim panas, dengan catatan kemenangan beruntun yang menjadikannya kandidat kuat untuk gelar juara.
“Saya telah bermain sangat baik dalam beberapa pekan terakhir. Saya berkembang di setiap pertandingan, dan hasilnya mulai terlihat. Saya mencoba fokus pada detail kecil, ini kesempatan langka melawan para petenis terbaik dunia,” ujarnya. “
Kemenangan atas Swiatek menambah daftar panjang pencapaian impresifnya. Ia kini mencatatkan 11 kemenangan atas petenis peringkat dua besar dunia sejak gelar Wimbledon 2022, bukti bahwa performanya di panggung besar selalu tajam.
Di sisi lain, Swiatek justru mencatat rekor yang tak diinginkan. Kekalahan 0-6 di set ketiga menjadi yang ketiga musim ini, menyamai catatan kelam Flavia Pennetta pada 2013.
Dengan hasil ini, Elena Rybakina melampaui total kemenangan yang ia raih di dua edisi WTA Finals sebelumnya, ketika tersingkir di fase grup. Kini, sang juara Wimbledon 2022 menatap semifinal dengan penuh keyakinan.
Dari “korban langganan” Swiatek, kini ia berubah menjadi ancaman terbesar di Riyadh.
Dan jika performa ini terus berlanjut, Rybakina bukan hanya lolos ke semifinal, tapi bisa jadi sedang menulis bab baru tentang kekuasaan baru di tenis putri dunia.
(Budis)










