BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Euis Ida Wartiah menyambut baik penurunan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 Bps dari sebelumnya 5 persen menjadi 4,75 persen.
Selain itu, Suku bunga Deposit Facility juga turun sebesar 50 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen.
Hingga kini, BI telah melakukan empat kali pemangkasan suku bunga sejak awal tahun. Suku bunga dipangkas masing-masing 25 bps pada Januari, Mei, dan Juli, Agustus, dan September dari posisi 6,00 persen di Desember 2024 menjadi 4,75 persen pada posisi sekarang.
Euis mengatakan BI Rate memengaruhi stabilitas ekonomi nasional, suku bunga kredit dan simpanan di bank, nilai tukar rupiah, inflasi, daya beli masyarakat, serta keputusan investasi.
Baca Juga:
“Penurunan BI Rate bertujuan untuk mendorong konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Euis menjelaskan manfaat utama BI Rate turun adalah mendorong pertumbuhan ekonomi karena membuat biaya pinjaman menjadi lebih murah sehingga masyarakat dan pelaku usaha bisa lebih leluasa mengakses kredit untuk kebutuhan konsumtif maupun investasi.
Selain itu, kata dia, penurunan suku bunga acuan ini juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat, memperkuat daya tarik investasi, dan berpotensi meningkatkan harga saham dan obligasi.
Penurunan BI Rate biasanya diikuti dengan penurunan suku bunga pinjaman bank, membuat cicilan KPR, kredit kendaraan, atau modal usaha menjadi lebih terjangkau.
“Dengan beban cicilan yang lebih ringan, masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk mengalokasikan dana ke kebutuhan lain atau tabungan, yang dapat meningkatkan daya beli secara keseluruhan,” katanya. (TM)











