JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Arsenal kembali menunjukkan mental juara. Hanya beberapa jam setelah puncak klasemen Liga Inggris direbut Manchester City, The Gunners langsung menjawab dengan kemenangan penuh drama atas Everton, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB.
Bermain di Hill Dickinson Stadium yang panas dan penuh tekanan, Arsenal menang tipis 1-0. Namun skor itu menyimpan cerita besar: kontroversi VAR, penalti krusial, dan kegagalan Everton bangkit di hadapan publik sendiri.
Hasil ini membawa Arsenal mengoleksi 39 poin dan kembali bertengger di puncak klasemen, meninggalkan Manchester City di posisi kedua dengan 37 poin.
Awal Ketat, Ketegangan Terasa
Sejak menit pertama, pertandingan berjalan keras dan emosional. Everton tampil tanpa rasa takut, sementara Arsenal mencoba mengontrol tempo lewat penguasaan bola.
Namun selama 20 menit awal, laga lebih banyak diwarnai duel fisik dan adu konsentrasi. Peluang bersih nyaris tak tercipta, tapi ketegangan di lapangan terus meningkat.
VAR Mengubah Segalanya
Momen yang mengubah arah pertandingan terjadi pada menit ke-25. Wasit menghentikan laga setelah terjadi insiden di kotak penalti Everton. VAR pun turun tangan.
Usai meninjau tayangan ulang, wasit menunjuk titik putih. Jake O’Brien dinilai melakukan handball. Keputusan itu langsung memicu protes keras pemain dan pendukung Everton.
Di tengah tekanan, Viktor Gyokeres melangkah ke titik penalti. Tanpa ragu, striker asal Swedia itu melepaskan tembakan keras yang menembus gawang Jordan Pickford. Arsenal unggul 1-0, stadion pun terdiam.
Baca Juga:
Klasemen Liga Inggris: 2 Gol Bunuh Diri Selamatkan Arsenal Bertahan di Puncak
Everton Menggila, Arsenal Bertahan
Memasuki babak kedua, Everton tampil lebih agresif. Serangan demi serangan dilancarkan, bahkan tuan rumah sempat berharap mendapat penalti balasan setelah insiden di kotak terlarang Arsenal.
Namun lagi-lagi VAR berkata lain. Wasit menilai tak ada pelanggaran. Kekecewaan Everton semakin memuncak.
Arsenal hampir mematikan laga pada menit ke-65. Sepakan Leandro Trossard hanya membentur tiang, membuat Everton masih memiliki secercah harapan.
Sayangnya, harapan itu terus pupus. Lini belakang Arsenal tampil disiplin dan dingin, menahan gempuran hingga menit terakhir.
Peluit Akhir, Arsenal Berkuasa Lagi
Saat peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan. Arsenal pun memastikan tiga poin krusial yang terasa lebih besar dari sekadar angka.
Kemenangan ini bukan hanya soal puncak klasemen, tetapi juga pesan keras untuk rival-rivalnya: Arsenal belum siap melepaskan takhta.
Susunan Pemain
Everton:
Jordan Pickford; Jake O’Brien, James Tarkowski, Michael Keane, Vitaly Mykolenko; James Garner, Tim Iroegbunam; Dwight McNeil, Carlos Alcaraz, Jack Grealish; Thierno Barry.
Arsenal:
David Raya; Riccardo Calafiori, Piero Hincapie, William Saliba, Jurrien Timber; Declan Rice, Martin Zubimendi, Martin Ødegaard; Leandro Trossard, Viktor Gyokeres, Bukayo Saka.











