CIREBON, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya optimalisasi promosi seni Topeng Cirebon melalui berbagai media, termasuk buku dan film, untuk memastikan kelestariannya.
Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja beliau ke Museum Topeng Cirebon di Balai Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025).
Dalam unggahan video Instagram resmi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Fadli Zon menyaksikan langsung ratusan koleksi topeng yang menjadi khazanah budaya daerah, seperti Topeng Panca Wanda yang memuat karakter Panji, Samba, Rumyang, Patih, dan Kelana.
Museum ini juga memamerkan profil para maestro dan perajin topeng legendaris, seperti Ki Kandeg Padmajawinata dan Ki Empek.
“Topeng Cirebon ini salah satu topeng yang legendaris dan mempunyai banyak cerita, dari Ramayana, Mahabarata, hingga cerita-cerita lokal. Ini sangat penting untuk memperkenalkan kembali topeng Cirebon,” ujar Fadli Zon dalam kunjungan tersebut.
Lebih dari sekadar mengapresiasi, Menteri menawarkan strategi konkret untuk menghidupkan kembali warisan budaya tersebut. Ia menekankan bahwa promosi perlu dilakukan secara modern dan masif.
“Perlu dibuat buku, film, dokumenter, serta berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya tentang topeng ini,” tegasnya. Langkah ini, menurutnya, akan menciptakan satu ekosistem budaya yang tumbuh berkelanjutan di Cirebon dan sekitarnya.
BACA JUGA
Festival Topeng Cirebon 2025 Tampilkan 6 Maestro dalam Puncak Perayaan Budaya
Revitalisasi Ruang untuk Edukasi Budaya
Selain itu, Fadli Zon mendorong optimalisasi bangunan bekas kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Ia mengusulkan agar gedung tersebut dialihfungsikan menjadi museum dan galeri yang menampilkan sejarah dan budaya Kota Cirebon.
Bangunan itu dapat difungsikan sebagai tempat pertunjukan musik, tari topeng, ruang pamer seni kontemporer, dan diskusi budaya.
“Kita membutuhkan lebih banyak ruang publik dan ruang budaya yang bisa mengedukasi serta memajukan kebudayaan nasional kita, dalam hal ini juga budaya Cirebon,” pungkasnya.
Dengan langkah promosi tersebut, diharapkan Topeng Cirebon tidak hanya menjadi koleksi museum, tetapi juga hidup kembali dalam ingatan dan praktik budaya masyarakat.
(Aak)











