BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Fikri, kembali menunjukkan karakter kuat mereka saat menghadapi laga menegangkan melawan Junaidi/Roy di perempat final French Open 2025.
Dalam duel sesama wakil Merah Putih itu, kemenangan Fajar/Fikri ditentukan oleh kemampuan mereka menguasai adu setting pada momen krusial, faktor yang menjadi pembeda di tengah tekanan tinggi.
Bermain di lapangan utama Palais des Sports, Paris, Fajar/Fikri tampil percaya diri sejak awal. Mereka langsung mengambil inisiatif menyerang dan memaksa lawannya bermain dalam tempo cepat. Gim pertama pun berjalan mulus dengan skor 21-14. Namun, situasi berbalik di gim kedua ketika Junaidi/Roy mencoba bertahan lebih rapat dan mengubah pola dengan permainan reli panjang.
“Di awal gim, mereka mengikuti ritme permainan kami, tapi setelah itu mereka ubah pola jadi lebih banyak bertahan dan mengangkat bola. Itu sempat bikin kami kesulitan,” ujar Fajar, melansir PBSI, Minggu (26/10/2025).
Baca Juga: Menang Dramatis, Fajar/Fikri Kunci Tiket Semifinal French Open 2025
Ketegangan memuncak di penghujung gim kedua ketika laga memasuki adu setting. Dalam situasi ini, Fajar/Fikri menunjukkan ketenangan dan mental baja. Mereka memilih tetap agresif, menekan lewat serangan bertubi-tubi di depan net, dan akhirnya mengunci kemenangan 24-22.
“Di adu setting, kami hanya berpikir untuk tidak membuang poin. Kami paksa untuk menyerang dan menyelesaikan pertandingan dengan cepat,” lanjut Fajar.
Kemenangan ini bukan hanya menandai langkah mereka ke semifinal French Open 2025, tetapi juga menjadi bukti kematangan Fajar/Fikri dalam mengelola momentum di bawah tekanan. Mereka menunjukkan bahwa adu setting bukan sekadar soal teknik, tetapi juga duel psikologis, siapa yang lebih berani mengambil keputusan di detik genting.
Kini, Fajar/Fikri sudah menatap laga semifinal melawan pasangan tangguh asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Meski memiliki catatan dua kemenangan terakhir atas rivalnya itu, Fajar menegaskan bahwa mereka tak boleh terlena.
“Setiap pertemuan selalu berbeda. Lawan pasti sudah menganalisis permainan kami, jadi kami harus lebih banyak variasi strategi,” tutup Fajar.
(Budis)










