Fakta Mengejutkan! Dari 280 Hidran di Bandung, Hanya 15 yang Berfungsi, Diskarmatan Lakukan Pemetaan Total

Fakta Mengejutkan! Dari 280 Hidran di Bandung, Hanya 15 yang Berfungsi, Diskarmatan Lakukan Pemetaan Total
Ilustrasi-Hydrant (Meta AI)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung tengah melakukan pemetaan besar-besaran terhadap seluruh hidran yang tersebar di Kota Bandung. Dari sekitar 280 hidran yang tercatat di database, hasil asesmen sementara justru mengungkap fakta mencengangkan yakni hanya 15 hidran yang dinyatakan berfungsi dengan baik.

Kepala Diskarmatan Kota Bandung, Soni Bahtiar, menyampaikan bahwa proses asesmen masih berjalan dan baru mencapai sekitar 30 persen. Meski begitu, jumlah hidran yang berfungsi mengalami peningkatan dari data awal.

“Syukur Alhamdulillah, dari 30 persen hidran yang sudah kami asesmen, ternyata ada 15 yang berfungsi. Bertambah dari sebelumnya hanya tujuh titik,” kata Soni, Senin (17/11/2025).

Soni menegaskan, pemetaan ini diperlukan karena data hidran sebelumnya dinilai tidak valid dan perlu diperbarui. Sebagai pejabat baru, salah satu prioritasnya adalah memastikan kesiapan infrastruktur sumber air untuk mendukung respons cepat saat terjadi kebakaran.

Baca Juga:

Wali Kota Bandung Ajak Generasi Muda Cinta Rupiah: Bukan Sekadar Uang, Tapi Simbol Jati Diri Bangsa

Smart City Road Safety: Ada 200 Kamera CCTV Awasi Lalu Lintas Kota Bandung, Masih Berani Melanggar?

Tak hanya memetakan hidran, Diskarmatan juga mendata berbagai sumber air alternatif yang bisa dimanfaatkan dalam kondisi darurat.

“Kita punya kolam retensi, sungai, kolam renang, ground tank, hingga reservoir. Semua akan dimasukkan ke dalam sistem,” ucapnya.

Pemetaan tersebut dirancang agar petugas pemadam kebakaran, termasuk operator dan sopir, dapat segera mengetahui titik pengambilan air terdekat ketika terjadi kebakaran. Sistem ini nantinya bekerja seperti GPS yang memberi rute tercepat.

“Dalam kejadian TG-65 misalnya, sopir langsung diarahkan ke sumber air terdekat dan jalur tercepat menuju lokasi,” ujarnya

Tak hanya itu, Diskarmatan juga berencana mengintegrasikan sistem navigasi tersebut dengan Area Traffic Control System (ATCS) Kota Bandung.

“Jika mobil pemadam lewat, lampu lalu lintas bisa otomatis hijau. Itu sangat krusial karena selisih beberapa menit saja bisa menyelamatkan banyak hal,” katanya.

Soni juga mengungkapkan alasan mengapa banyak hidran tidak berfungsi. Selain tekanan air yang tidak memenuhi standar minimal 3 bar, beberapa hidran memiliki sumber air yang kering atau bahkan tidak mengeluarkan air sama sekali.

“Ada hidran yang fisiknya bagus, tapi sumber airnya tidak ada. Ada juga yang benar-benar tidak mengeluarkan air,” pungkasnya.

Dengan pemetaan komprehensif ini, Diskarmatan berharap sistem penanganan kebakaran di Kota Bandung dapat semakin cepat, tepat, dan efektif demi keamanan warga.

(Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

7 Aplikasi Menambah Like TikTok Gratis

2

Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional

3

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri