BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Proses perceraian antara aktor Eza Gionino dan istrinya, Meiza Aulia Coritha, masih berlanjut di Pengadilan Agama Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Setelah melewati beberapa kali sidang, kini sejumlah kesepakatan penting dan fakta baru mulai terungkap dari hasil mediasi kedua belah pihak.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru kasus perceraian pasangan yang telah menikah sejak 2018 tersebut.
Eza Gionino Sepakati Nafkah Rp 25 Juta
Kuasa hukum Meiza, Rendi Rumapea, menyebut bahwa Eza dan Meiza telah mencapai kesepakatan soal nafkah anak sebesar Rp 25 juta per bulan.
Angka itu disesuaikan dengan kemampuan finansial Eza setelah melalui proses mediasi di Pengadilan Agama Cibinong.
“Totalnya itu Rp 25 juta untuk tiga orang anak,”ujar Rendi di PA Cibinong, Senin (27/10/2025).
Sebelumnya, Meiza sempat mengajukan nominal yang lebih tinggi, namun kedua pihak sepakat menyesuaikannya demi tercapainya perdamaian. Kuasa hukum Eza, Raka Danira, menambahkan bahwa angka tersebut belum termasuk biaya pendidikan dan kesehatan anak, serta akan naik 10 persen setiap tahun.
Baca Juga:
Sidang Mediasi Kedua, Eza Gionino Mulai Ikhlas jika Harus Berpisah dengan Istri
Eza Gionino Hormati Keputusan Istri Gugat Cerai, Pilih Ikhlas dan Fokus pada Anak
Nafkah Iddah Rp 21 Juta untuk Meiza Aulia
Selain nafkah anak, hasil mediasi juga mengatur soal nafkah iddah bagi Meiza. Dalam kesepakatan tersebut, Eza sepakat memberikan nafkah iddah Rp 21 juta untuk tiga bulan, sementara nafkah mut’ah tidak diminta oleh pihak Meiza.
“Nafkah idah nominalnya udah, mut’ah kita enggak minta. Nominalnya kurang lebih Rp 21 juta untuk tiga bulan,” jelas Rendi.
Hakim kemudian meminta kedua pihak untuk memasukkan hasil mediasi ini ke dalam berkas gugatan resmi. Saat ini, komunikasi antara Eza dan Meiza disebut hanya sebatas urusan anak-anak.
Kuasa hukum Meiza juga mengungkap bahwa kliennya belum mengetahui rencana Eza untuk membelikan rumah bagi Meiza dan anak-anaknya.
“Belum ada (omongan soal rumah). Nafkah aja juga diokein,” kata Rendi.
Namun, Meiza menyambut baik jika Eza memang berniat memberikan tempat tinggal bagi mereka. Ia dan Eza juga sempat bertemu beberapa waktu lalu, namun bukan untuk membahas kemungkinan rujuk.
“Setahu saya mereka memang baru ketemu, tapi untuk rujuk sejauh ini belum ada keinginan,” ujar Rendi.
Fokus utama Meiza saat ini adalah menyelesaikan proses perceraian dan memastikan hak anak-anak tetap terpenuhi.
Sebelum memasuki proses hukum, Meiza sempat mengalami tekanan psikologis akibat masalah rumah tangganya. Rendi mengungkap bahwa Meiza bahkan sempat menjalani konseling dengan psikolog.
“Kondisi mentalnya udah sehat dan memang udah selesai juga dari psikolog,” ungkap Rendi.
Kini, Meiza tengah menenangkan diri di rumah kakaknya di Medan sebelum kembali ke Jakarta untuk melanjutkan aktivitasnya. Langkah ini disebut sebagai bentuk pemulihan diri pasca menghadapi konflik rumah tangga yang panjang.
Meiza Mantap Bercerai
Setelah tujuh tahun berumah tangga, Meiza akhirnya mantap untuk bercerai. Rendi mengungkap bahwa kliennya telah berulang kali memberi kesempatan kepada Eza untuk memperbaiki hubungan, namun hasilnya tetap sama.
“Tidak sanggup lagi untuk bertahan, ya, dalam pernikahan kurang lebih tujuh tahun, udah ngerasa cukuplah,” ujar Rendi.
Ia menggambarkan kesabaran Meiza sudah mencapai batas.
“Ibaratnya lagu, dikasih kesempatan satu, dua, tiga kali masih juga sama, ya sudah,” lanjutnya.
Keputusan untuk berpisah juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis Meiza yang sempat terguncang. Kini, Meiza disebut lebih tenang dan berfokus pada masa depan bersama anak-anaknya.
(Hafidah Rismayanti/Budis)











