BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menangani persoalan sampah yang kembali menjadi sorotan publik. Menanggapi pernyataan Deddy Muladi terkait isu sampah, Farhan menegaskan bahwa seluruh langkah Pemkot Bandung mengikuti arahan Gubernur Jawa Barat.
“Sejak Kamis malam, kita sudah melakukan pengangkutan-pengangkutan. Itu memang tugas kami,” kata Farhan, Senin (17/11/2025).
Terkait keberpihakan anggaran, Farhan memastikan bahwa penanganan sampah menjadi salah satu prioritas terbesar Pemkot Bandung.
“Anggaran kami untuk sampah sudah Rp300 miliar. Itu menunjukkan keberpihakan kami yang sangat besar,” tegasnya.
Kendati begitu, Farhan tidak menutup mata terhadap tantangan besar dalam pengelolaan sampah di Bandung Raya, terutama dengan keterbatasan kapasitas daerah dalam memilah dan mengolah sampah.
Baca Juga:
DLH Bandung Genjot Pengolahan Sampah, Targetkan Kurangi 300 Ton per Hari Saat Musim Hujan
BNPB Percepat Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Toblong–Sukanegara Garut
“Tantangan terbesarnya adalah kemampuan kita mengolah sampah. Saat ini baru 1/6 dari total timbulan harian yang bisa kita olah,” ucapnya.
Meski begitu, Farhan menyampaikan apresiasi kepada warga yang sudah aktif melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah hingga tingkat RW dan kelurahan. Dirinya mengaku menemukan banyak “champion” di berbagai wilayah dalam kunjungannya beberapa minggu terakhir.
“Itu menunjukkan bahwa warga Bandung adalah bagian penting dari solusi,” katanya.
Terkait rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah regional Legok Nangka, Farhan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat.
“Abdi mah ngiring kumaha penguasa. Yang penting mana yang terbaik untuk kita semua,” ujarnya.
Saat ini, fokus utama Pemkot Bandung adalah pembenahan pengelolaan sampah di Pasar Caringin. Pasar itu disebut memerlukan perlakuan khusus karena belum memiliki fasilitas pengelolaan sampah yang memadai.
“Pasar Gedebage sudah beres. Tidak ada lagi masalah karena fasilitas organiknya berjalan baik. Tapi Pasar Caringin belum memiliki fasilitas yang layak,” ungkapnya.
Untuk itu, Pemkot Bandung akan memberikan asistensi kepada pengelola swasta Pasar Caringin agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah bisa segera direalisasikan.
“Kita dorong terus pihak swasta untuk membangun fasilitas. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya mereka, tapi juga pemerintah kota,” pungkasnya.
Dengan dukungan anggaran besar, kolaborasi masyarakat, serta asistensi pemerintah kepada pengelola pasar, Farhan optimistis persoalan sampah di Kota Bandung bisa terus membaik dari waktu ke waktu.
(Kyy/_Usk)











