BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, terutama saat memasuki musim hujan.
Menurutnya, meski kondisi cuaca Kota Bandung relatif baik, curah hujan tinggi di kawasan utara seperti Lembang dan Manglayang kerap berdampak langsung ke pusat kota. Salah satunya meluapnya Sungai Cikapundung yang sempat menimbulkan genangan di kawasan Braga.
“Kita tidak bisa mengendalikan hujan di Lembang atau Manglayang. Yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah kita sendiri,” kata Farhan, Rabu (1/10/2025).
Farhan meminta jajarannya tidak hanya fokus pada potensi bencana alam, tetapi juga kerawanan sosial. Dirinya menekankan perlu adanya penanganan banjir limpasan, kasus anak putus sekolah, hingga curanmor yang marak di kawasan kos-kosan.
Baca Juga:
Kebun Binatang Bandung Masih Ditutup, Farhan: Selama Yayasan Berkonflik, Tidak Akan Dibuka
Farhan Genjot Kang Pisman dan Targetkan Olah 20 Persen Sampah Akhir Tahun
“Semua potensi ini harus ditangani secara detail. Mari kita jaga kesiapsiagaan bersama supaya risiko bisa kita kendalikan,” ucapnya.
Sementara itu, Lurah Cikutra, Asri Desriyani, menambahkan wilayahnya memiliki sejumlah titik rawan bencana. Antara lain banjir limpasan di RW 3, 4, 6, dan 8, pohon tumbang di RW 10, 11, 13, dan 14, longsor kirmir di RW 6 dan 8, serta kebakaran di RW 5 dan 6 akibat korsleting listrik.
Untuk mengantisipasi, Kelurahan Cikutra telah membentuk tim tanggap darurat di tiap RW, merancang SOP evakuasi, menyiapkan posko bencana hingga dapur umum, serta memperkuat relawan lokal.
“Kesiapsiagaan bukan hanya soal alat dan anggaran. Yang paling penting adalah koordinasi, kesadaran warga, dan data yang valid,” ujar Asri.
Selain bencana alam, pihaknya juga mendata masalah sosial seperti anak putus sekolah, rumah tidak layak huni, serta rumah yang belum memiliki septic tank. Lewat program Prakarsa, warga Cikutra mengusulkan perbaikan saluran air, penyediaan bioseptic tank, pengembangan Buruan Sae, dan perbaikan jalan.
Siskamling Siaga Bencana ini merupakan titik ketujuh dari 151 kelurahan yang akan dikunjungi Pemkot Bandung. Program tersebut sekaligus menjadi sarana pemetaan potensi masalah dan penyusunan solusi berbasis wilayah.
(Kyy/_Usk)











