BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung meninjau titik-titik banjir, mengecek drainase, kondisi jalan lingkungan, sekaligus menyapa warga dan murid SDN 216 Sondariah yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan genangan air.
Peninjauan dimulai dari sejumlah lokasi rawan banjir, di antaranya Kompleks Cempaka Arum, jembatan depan Kompleks Pitaloka, hingga halaman SDN 216 Sondariah.
Farhan mempelajari langsung aliran air, kondisi saluran hasil program Prakarsa, serta jalan lingkungan yang masih berupa tanah dan kerap menjadi sumber genangan saat hujan turun.
Di lokasi, Farhan mengapresiasi prakarsa warga yang telah mendorong pembangunan saluran air.
Ia menilai keberadaan drainase tersebut terbukti mampu mengurangi genangan yang sebelumnya kerap bertahan lama.
“Ini sudah bagus, airnya sekarang mengalir dan terserap. Tapi memang tidak cukup hanya saluran. Jalannya juga harus dibereskan, supaya air tidak menggenang lagi,” ujar Farhan di depan SDN 216 Sondariah, Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kamis (18/12/2025).
Ia pun mengambil keputusan cepat. Jalan sepanjang kurang lebih 77 meter, dari area tembok merah hingga jalan utama, akan segera diaspal sebagai solusi awal. Perbaikan penutup drainase yang rusak juga masuk dalam paket pengerjaan.
“Minggu depan kita kerjakan. Aspal dulu, yang penting aman dan bisa langsung dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Baca Juga:
Farhan Minta OPD Hadir Lebih Dini Atasi Parkir Liar dan Ketertiban Kota
Ekonomi Kota Bandung On Track, Farhan Sebut Ketimpangan Sosial Jadi Fokus
Suasana menjadi hangat ketika Farhan menyapa murid-murid SDN Sondariah. Dengan gaya santai, ia meminta anak-anak menunjukkan seberapa tinggi genangan air saat hujan.
Dari keterangan murid, banjir memang masih terjadi, namun jauh lebih dangkal dibandingkan sebelumnya.
Genangan kini hanya terjadi di bagian tertentu halaman sekolah dan tidak lagi menghentikan kegiatan belajar.
“Sekarang masih bisa sekolah, Pak,” ujar salah satu murid polos, sambil menunjukkan batas air yang pernah menggenang.
Bagi Farhan, kesaksian ini menjadi indikator penting bahwa upaya perbaikan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil, meski belum sepenuhnya tuntas.
Hal senada disampaikan Ai Mimin, salah seorang wali murid SDN Sondariah. Ia mengenang kondisi sebelumnya, saat banjir bisa bertahan berhari-hari dan memaksa sekolah meliburkan kegiatan belajar.
“Dulu kalau banjir bisa enggak sekolah sama sekali. Sekarang masih ada air, tapi anak-anak tetap bisa masuk, paling pakai sandal karena halamannya basah,” tuturnya.
Menurutnya, renovasi sekolah yang lebih tinggi serta keberadaan saluran air telah membawa perubahan besar. Namun diharapkan dengan pengaspalan jalan dan perbaikan lanjutan, persoalan banjir benar-benar bisa diselesaikan.
“Harapannya mah jangan banjir lagi, supaya anak-anak belajarnya nyaman,” katanya.
Sebelumnya, Farhan juga meninjau kawasan Rancanumpang pada Kamis, 6 Maret 2025. Dari kunjungan tersebut, arahan teknis diberikan dan ditindaklanjuti dengan pembangunan drainase melalui program Prakarsa.
Hasilnya kini mulai dirasakan warga. Genangan yang dulu menghambat aktivitas hingga berhari-hari kini berkurang drastis.
Meski hujan kiriman dari hulu masih berpotensi menimbulkan banjir sesaat, aktivitas warga dan sekolah tidak lagi lumpuh.
Peninjauan Siskamling pagi itu pun menjadi simbol pendekatan yang diusung Farhan, hadir langsung di lapangan, mendengar keluhan warga, dan mengambil keputusan nyata.
Dari saluran air, jalan lingkungan, hingga halaman sekolah, satu pesan ditegaskan, pemerintah tidak hanya mencatat masalah, tetapi memastikan solusi berjalan.











