BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Bandung, Muhamad Farhan, menegaskan pihaknya masih menunggu petunjuk resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait wacana gerakan “Rereongan Sapoe Sarebu”, yaitu ajakan kepada masyarakat untuk menyisihkan Rp1.000 per hari sebagai bentuk solidaritas sosial.
“Belum tahu. Saya menunggu surat edaran dari beliau (Gubernur Jabar) dulu, secara tertulis beserta juknisnya,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (6/10/2025).
Farhan mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak ingin gegabah dalam merespons wacana tersebut. Menurutnya, pengumpulan dana dari masyarakat merupakan hal yang sensitif dan harus dikelola secara hati-hati serta terstruktur agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
“Kami ingin memastikan pengumpulan dana dari masyarakat ini dilakukan dengan pertanggungjawaban yang benar, sesuai standar administrasi yang akan dibuat oleh pemerintah provinsi,” tegasnya.
Baca Juga:
Kebijakan KDM Donasi Seribu Per Hari Dihujani Kritik Tajam dari Legislator Sampai Warganet
Farhan juga menambahkan, aspek transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama apabila gerakan ini nantinya benar-benar diterapkan.
Pemkot Bandung, kata Farhan, siap mendukung setiap inisiatif sosial selama mekanisme pengelolaan dan penyaluran dananya jelas serta sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau ini dijalankan, maka seluruh mekanismenya harus terbuka dan sesuai regulasi agar kepercayaan publik terjaga,” ujarnya.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat sebelumnya menggulirkan wacana gerakan “Rereongan Sapoe Sarebu” patungan seribu rupiah per hari sebagai bentuk gotong royong masyarakat untuk mendukung berbagai program sosial di wilayah Jawa Barat.
(Kyy/Budis)











