BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Setelah tampil dominan di MotoGP Mandalika dan dijuluki “Penguasa Sirkuit Indonesia”, Fermin Aldeguer datang ke Australia dengan kepercayaan diri tinggi. Namun, keberuntungan belum berpihak kepadanya di Sirkuit Phillip Island, di mana bintang muda asal Spanyol itu justru gagal menembus cut-off Q2.
Sementara Aldeguer mengalami akhir pekan yang berat, sorotan utama justru beralih ke Marco Bezzecchi, yang kembali menunjukkan potensi luar biasa bersama Aprilia. Pembalap asal Italia itu memecahkan rekor lap sirkuit dengan catatan waktu 1 menit 26,492 detik, sekaligus menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas Grand Prix Australia.
Ironisnya, Bezzecchi memulai akhir pekan ini dalam kondisi tidak ideal. Ia masih dibayangi hukuman long lap ganda akibat insiden tabrakan dengan Marc Marquez di Mandalika. Namun, hukuman itu sama sekali tidak menghalangi semangatnya.
Bezzecchi tampil tanpa kompromi, mencatatkan waktu yang nyaris sempurna, unggul 0,3 detik dari rekan setimnya, Raul Fernandez, yang juga menempatkan Aprilia di posisi kedua.
“Saya tahu penalti itu berat, tapi saya datang ke sini untuk menebusnya. Phillip Island adalah trek cepat dan saya menikmatinya. Saya ingin tetap kompetitif di hari Minggu,” ujar Bezzecchi, melansir MotoGP, Jumat (17/10/2025).
Hasil tersebut sekaligus menegaskan kebangkitan Aprilia sebagai kekuatan baru di kelas utama MotoGP 2025.
Baca Juga:
Rasa Bersalah Marco Bezzecchi Membuncah Usai Jatuhkan Marc Marquez di MotoGP Mandalika 2025
Sebaliknya, Fermin Aldeguer, pemenang MotoGP Indonesia pekan lalu bersama tim Gresini Ducati, mengalami penurunan performa drastis. Setelah menjadi sorotan global berkat kemenangan impresif di Mandalika, pembalap berusia 19 tahun itu harus puas di posisi ke-11, terpaut tipis dari batas Q2.
“Kami mencoba setelan berbeda, tapi angin di Phillip Island membuat motor sulit dikendalikan. Trek ini menuntut gaya balap yang sangat berbeda dibanding Mandalika,” kata Aldeguer.
Phillip Island memang dikenal sebagai lintasan yang ekstrem, dengan angin lintas dan suhu dingin yang kerap mempersulit pembalap menjaga grip ban, faktor yang menjadi lawan berat bagi motor Ducati.
Di belakang duo Aprilia, Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) menjadi pembalap tercepat ketiga dan satu-satunya penantang Ducati di barisan depan. Juara dunia bertahan Francesco “Pecco” Bagnaia juga memastikan tempat di Q2, meski hanya berada di posisi kesembilan.
Kombinasi hasil ini menandakan perubahan besar dalam dinamika kejuaraan. Jika di Mandalika nama Aldeguer menggema, maka di Australia giliran Bezzecchi yang mencuri panggung.
Dengan rekor lap baru dan performa eksplosif Bezzecchi, Aprilia tampak siap menantang dominasi Ducati, sementara sang “Raja Mandalika” Fermin Aldeguer kini dihadapkan pada ujian besar, membuktikan bahwa kemenangan pekan lalu bukan sekadar keberuntungan sesaat.
(Budis)










