BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Film animasi Indonesia Jumbo terus menunjukkan prestasi kuat di kancah internasional, khususnya di Korea Selatan. Setelah seminggu tayang di bioskop Negeri Ginseng, Jumbo berhasil mempertahankan posisinya dalam daftar Top 10 box office harian, bahkan menempati peringkat keenam di box office Korea Selatan.
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy, Jumbo merupakan film animasi yang mengisahkan petualangan seorang anak bernama Don dan teman-temannya dalam mewujudkan mimpi serta menjelajahi dunia penuh imajinasi. Film ini pertama kali dirilis di Indonesia pada 31 Maret 2025 dan menjadi salah satu animasi lokal paling sukses, bahkan mencatatkan capaian luar biasa di pasar domestik sebelum diperkenalkan ke publik internasional.
Sejak dirilis di Korea pada 18 Februari 2026, film ini berhasil menarik perhatian penonton lokal maupun ekspatriat di negeri tersebut. Berdasarkan data box office yang dirilis, Jumbo secara konsisten berada di jajaran 10 besar box office harian, sebuah pencapaian signifikan mengingat persaingan ketat dengan film-film besar Korea maupun produksi Hollywood di pasar setempat.
Baca Juga:
Keren, Kartun Malaysia Dukung Promosi Film Animasi Jumbo
Keberhasilan Jumbo di Korea menunjukkan bahwa karya animasi Indonesia punya daya tarik lintas budaya dan mampu bersaing secara komersial di luar negeri. Posisi di peringkat enam box office harian merupakan bukti respon positif dari penonton Korea Selatan terhadap kualitas visual, cerita, dan pesan yang diusung film ini.
Jumbo bukan hanya sekadar tayang di Korea. Film tersebut telah masuk pasar bioskop lebih dari 40 negara di seluruh dunia, termasuk Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Meksiko. Ekspansi distribusi ini menjadi bagian dari strategi memperkenalkan animasi Indonesia ke audiens global, memperkuat jejak industri perfilman Tanah Air di luar negeri.
Pencapaian internasional ini melengkapi kesuksesan besar Jumbo di Indonesia, di mana film ini menjadi salah satu animasi lokal terlaris sepanjang masa di bioskop domestik. Dengan dampak yang meluas, film ini membawa angin segar bagi perfilman Indonesia, membuka peluang bagi karya-karya lain untuk mengikuti jejaknya di pasar internasional.
Ke depannya, banyak pihak berharap gelombang apresiasi terhadap Jumbo dapat memicu dukungan lebih besar bagi produksi animasi lokal dan memperluas jangkauan distribusi global karya-karya Indonesia. Dengan pencapaian ini, Jumbo membuktikan bahwa film animasi Indonesia mampu bersaing dalam pasar internasional sekaligus menjadi kebanggaan industri perfilman nasional.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Anggia Ananda Safitri)











