BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Aktor laga kebanggaan Indonesia, Iko Uwais, kembali mencuri perhatian dunia perfilman internasional. Setelah sukses menembus pasar Hollywood lewat The Raid dan The Night Comes for Us, kini Iko Uwais siap menunjukkan taringnya lagi lewat film laga terbaru berjudul “MRI.”
Film ini disutradarai oleh Liam O’Donnell, sosok di balik film aksi futuristik Alphas, dan akan menjadi kolaborasi ketiga mereka setelah Beyond Skyline (2017) serta Skyline: Warpath yang kini tengah dinantikan para penggemar film laga.
Kembali Jadi Andalan Hollywood
Kabar bergabungnya Iko Uwais dalam proyek MRI dikonfirmasi oleh K5 Intl. milik Daniel Baur, yang kini memegang hak penjualan internasional film tersebut. Rencananya, MRI akan resmi diluncurkan di ajang American Film Market (AFM) bulan depan.
Menariknya, proyek ini bukan sekadar film aksi biasa. MRI disebut-sebut bakal menampilkan intensitas fisik dan emosional yang berbeda dari film-film Iko sebelumnya.
Sutradara Liam O’Donnell bahkan memuji Iko sebagai aktor yang luar biasa.
“Karisma Iko yang luar biasa, kedalaman jiwanya, dan etos kerjanya yang hebat menjadikannya impian setiap sutradara,” ujar Liam O’Donnell dikutip dari Variety, Jumat (30/10/2025).
O’Donnell juga menambahkan, MRI akan menjadi proyek yang membawa kolaborasi mereka ke level yang lebih tinggi.
“Setelah pengalaman luar biasa bersama Strong Island di Alphas, saya merasa MRI akan menjadi proyek sempurna bagi kita semua untuk membawa semuanya ke level selanjutnya,” tambahnya.
Baca Juga:
Sinopsis Film “MRI”
Dalam film MRI, Iko Uwais berperan sebagai seorang pasien rumah sakit yang sedang menjalani pemeriksaan lutut lewat pemindaian MRI. Namun, suasana rumah sakit tiba-tiba berubah mencekam saat sekelompok gangster kejam menyerang fasilitas tersebut untuk mencari putri seorang bos kriminal.
Di tengah kekacauan itu, hanya karakter Iko yang memiliki kemampuan untuk melawan para penjahat dan menyelamatkan korban yang menjadi target. Meski harus bertarung dalam kondisi lututnya yang cedera parah, Iko tetap menggunakan kemampuan bela diri khasnya untuk bertahan hidup.
Film ini menjanjikan adegan laga intens dalam ruang terbatas, menonjolkan ketegangan khas film aksi Iko yang memadukan seni bela diri dan emosi manusia.
Diproduksi oleh Nama-Nama Besar
Naskah MRI ditulis oleh Russell Hainline, penulis di balik proyek Netflix Hot Frosty. Produksi film ini berada di bawah arahan Christopher Tuffin dari Strong Island dan Ryan Santoso dari Uwais Pictures.
Sementara itu, Daniel Baur, Amanda Delaplaine, dan Chris Ochs dipercaya sebagai produser eksekutif.
Rencananya, proses syuting MRI akan berlangsung di Jakarta pada awal tahun 2026, menjadikan Indonesia bukan hanya rumah bagi Iko Uwais, tetapi juga latar dari film aksi Hollywood skala internasional.
(Hafidah Rismayanti/Budis)










