JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menilai investasi Apple di Indonesia mulai menunjukkan perkembangan, namun masih didominasi pada penguatan sumber daya manusia dibanding ekspansi manufaktur besar.
Komitmen investasi sebesar 160 juta dolar AS untuk periode 2026–2028 disebut menjadi langkah awal yang positif, terutama dalam memenuhi kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT).
Menurut Chusnunia, Apple memilih pendekatan pengembangan inovasi sebagai strategi utama. Hal ini terlihat dari pembangunan pusat pelatihan digital melalui Apple Developer Institute yang tersebar di sejumlah kota.
“Apple sendiri telah mengumumkan pembukaan lima Apple Developer Institute di Indonesia, di Surabaya, Batam, Tangerang dan dua fasilitas Apple Developer Institute di Jakarta,” ujarnya.
Baca Juga:
Biaya Produksi Apple Vision Pro Ternyata Rendah, Tapi Dijual Mahal Banget!
Di sisi lain, aktivitas manufaktur juga mulai berjalan meski dalam skala terbatas. Produksi perangkat AirTag di Batam telah dilakukan dan bahkan sudah menembus pasar ekspor ke Amerika Serikat. Sementara itu, komponen AirPods Max diproduksi di Bandung.
Meski demikian, ia menyoroti bahwa nilai investasi Apple di Indonesia masih tertinggal dibanding negara lain di kawasan, seperti Vietnam yang telah menjadi basis produksi besar untuk berbagai produk Apple.
“Investasi yang dilakukan Apple di Indonesia dan Vietnam terbilang masih cukup jomplang,” kata Chusnunia.
Ia menilai, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menarik investasi yang lebih luas, khususnya di sektor manufaktur berteknologi tinggi yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
“Kehadiran Apple di Indonesia bukan hanya simbol investasi besar, melainkan bagian dari strategi dalam memperkuat daya saing industri teknologi serta memperluas lapangan kerja,” ujarnya.
Ke depan, DPR berharap Apple dapat meningkatkan skala investasinya, tidak hanya dalam pengembangan talenta digital, tetapi juga dengan menghadirkan fasilitas produksi yang lebih besar guna memperkuat ekosistem industri teknologi nasional.











