JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Fuji kembali terseret drama media sosial. Niat hati berbagi kebahagiaan, yang datang justru komentar miring.
Awalnya, Fuji mengunggah momen bahagia sang manajer, Ayu, yang berhasil membeli mobil dari hasil kerja kerasnya sendiri. Tapi alih-alih banjir ucapan selamat, unggahan itu malah memancing tudingan tak sedap.
Dituding Lebih Loyal ke Teman daripada Keluarga
Seorang netizen bahkan nekat mengirim pesan langsung dengan nada menghakimi. Isi pesannya cukup menohok—menuding Fuji lebih royal kepada teman dibanding keluarganya sendiri.
Mulai dari kakaknya, keponakan, hingga orang tua ikut diseret dalam narasi tersebut. Komentar itu langsung diangkat Fuji ke Instagram Story—tanda bahwa ia tak tinggal diam.
Merespons tudingan tersebut, Fuji langsung meluruskan fakta yang sebenarnya.
“Lah kan itu Kak Ayu beli sendiri. Dia kerja sama aku ya suka-suka dia mau beli apa, wong hasil kerja kerasnya sendiri.”
Pernyataan ini jadi tamparan balik, bahwa tidak semua yang terlihat di media sosial bisa langsung disimpulkan seenaknya.
Bukti Transfer Dibuka, Nominalnya Fantastis
Tak berhenti di klarifikasi, Fuji naik level. Ia membungkam kritik dengan bukti nyata—deretan transfer ke keluarganya.
Mulai dari Rp10 juta, Rp15 juta, hingga Rp50 juta untuk kebutuhan orang tuanya, termasuk liburan dan uang jajan. Bahkan, ia juga memperlihatkan bukti lama transfer ke sang ayah, H. Faisal, senilai Rp800 juta.
Langkah ini jelas: bukan sekadar bicara, tapi menunjukkan fakta.
Emosi Memuncak
Di tengah klarifikasi itu, Fuji tak menutupi emosinya. Ia mengaku kesal harus menjelaskan hal yang sebenarnya tak perlu diumbar ke publik.
“Jujur malas banget scroll sampai atas, lagi PMS tapi netizen nyebelin. SESEKALI DEHHH YA.”
Nada kesalnya terasa nyata layaknya sebuah reaksi spontan dari tekanan komentar yang terus berdatangan.
Bantuan Diam-Diam, Bukan untuk Pamer
Di akhir penjelasannya, Fuji menegaskan satu hal penting: selama ini ia memang tidak pernah mempublikasikan bantuan kepada keluarga.
Bagi Fuji, membantu orang tua bukan konten. Bahkan ia menyebut kedua orang tuanya tetap aktif bekerja bukan karena kekurangan, tapi karena pilihan hidup.
Ibunya, Dewi Zuhriati, masih rutin live, sementara sang ayah tetap beraktivitas di Tanah Abang.
Baca Juga:
Reza Arap vs Gerald Liu! Saling Klaim Soundtrack Asian Games: Itu Karya Gua
Kasus ini kembali jadi pengingat: apa yang terlihat di media sosial hanyalah potongan kecil dari realita.
Fuji mungkin sering jadi sorotan, tapi bukan berarti hidupnya bebas dinilai sepihak. Dan kali ini, ia memilih tidak diam melainkan menjawab dengan cara yang langsung, tegas, dan tanpa basa-basi.
(Dist)











