BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Gregoria Mariska Tunjung mungkin belum bisa mengamankan gelar di Kumamoto Masters 2025, namun ia pulang dari Jepang dengan rasa syukur dan kepala tegak. Meski gagal menjadi kampiun, tunggal putri Indonesia itu menilai performanya sepanjang turnamen Super 500 tersebut justru menjadi bukti bahwa dirinya kembali berada di jalur yang tepat setelah melalui periode sulit beberapa bulan terakhir.
Dalam laga final melawan mantan juara dunia, Ratchanok Intanon, Gregoria sebenarnya memiliki peluang untuk membalikkan keadaan. Namun permainan Ratchanok yang solid membuat Gregoria akhirnya takluk dua gim langsung, 16-21, 20-22. Kekalahan itu tidak membuatnya kecewa berlebihan, sebaliknya, ia memuji kualitas dan performa sang lawan.
“Ada banyak rasa syukur walaupun bukan hasil terbaik. Dari sisi permainan, saya cukup puas,” ujar Gregoria, melalui keterangan PBSI, dikutip Senin (17/11/2025)
“Di gim pertama saya punya momen untuk unggul tapi lepas. Di gim kedua tertinggal 16-20, saya coba kejar dan sempat imbang 20-20. Tapi Ratchanok bermain sangat bagus hari ini, dia pantas juara,” ungkapnya.
Baca Juga:
Gregoria Mariska Tunjung Jadi Tumpuan Indonesia di Kumamoto Japan Masters 2025
Gregoria menilai turnamen Kumamoto kembali memberi momentum positif baginya. Setelah berkutat dengan kondisi fisik dan kesehatan dalam beberapa bulan terakhir, bisa menembus final adalah pencapaian yang membuatnya semakin percaya diri.
“Kumamoto membawa keberuntungan buat saya. Tidak menyangka bisa sejauh ini setelah masa-masa berat. “Evaluasi ke depan tentu soal fisik dan endurance yang harus ditingkatkan lagi,” katanya.
Meski belum menyentuh podium tertinggi, perjalanan Gregoria di Kumamoto Masters 2025 menunjukkan bahwa ia kembali menemukan ritme dan mentalitas seorang pesaing papan atas.
(Budis)











