JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Gaya santai dan ceplas-ceplos Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, cenderung menjadi perhatian publik. Pembawaan yang dinilai spontan dan berani berbicara lugas justru mendapat respons positif dari masyarakat.
Pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya menilai, penampilan dan ekspresi Menkeu tersebut memberi kesan ramah dan menyenangkan saat disaksikan . Selain itu, gaya berbicaranya yang terbuka dinilai tidak menyinggung perasaan masyarakat.
“Saya enggak kenal sama sekali ya Pak Purbaya. Pertama tiba-tiba wajahnya itu bisa menyesuaikan dengan wajah-wajah Gen Z gitu, menyenangkan melihat wajah beliau ini. Kasat mata dahulu, ada harapan, beliau kalau ngomong itu menyenangkan gitu, ceplas-ceplosnya itu bukan melukai,” kata Mustofa dalam tayangan Rakyat Bersuara iNews, Kamis (30/10/2025).
Gaya Koboi Purbaya Lebih Disukai daripada Figur Lain
Ia menambahkan, apibila disandingkan dengan gaya para pejabat lain seperti mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani maupun Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), gaya koboi Purbaya justru lebih diterima oleh masyarakat.
“Mohon maaf sebut nama, karena anu, jejak digital. Pak LBP setiap bersikap seperti koboi, kira-kira menyenangkan kita atau menjengkelkan? Saya kira-kira, menjengkelkan. Tapi persoalannya kenapa Purbaya lebih disukai? Karena ngecun (nyambung) dengan hati masyarakat zaman sekarang,” katanya.
BACA JUGA:
Elektabilitas Menkeu Purbaya Melejit, PAN Kepincut Tapi Ditolak
Purbaya Respon Pernyataan Jokowi Soal Whoosh: Ada Betulnya Sedikit
Pandangan dari Said Didu
Dalam kesempatan yang sama, analis kebijakan publik M Said Didu turut memberikan pendapatnya mengenai perubahan gaya komunikasi Purbaya. Menurutnya, gaya tersebut tidak mencerminkan karakter asli Purbaya yang selama ini dikenal tenang dan ilmiah.
“Begini, kita lihat gaya Purbaya bukan gaya fighter, dari dulu, dia gaya tenang, ilmuwan. Nah kok jadi fighter?” kata Said.
Said mengaku sudah mengenal Purbaya sejak lama, tepatnya ketika Purbaya menjabat sebagai pimpinan Danareksa pada tahun 2008. Karena itu, ia meyakini bahwa perubahan gaya bicara Purbaya yang kini tampak lebih berani bukan tanpa alasan.
(Saepul)











