JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Kursi kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengalami penyegaran. Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk memberhentikan Dadan Hindayana dan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai suksesornya. Keputusan strategis ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kompleks Istana Negara, Selasa (2/5) malam
Jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) resmi dirombak oleh Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan keterangan Mensesneg Prasetyo Hadi, estafet kepemimpinan BGN kini resmi berpindah dari Dadan Hindayana kepada Nanik S. Deyang selaku Kepala BGN yang baru.
Selain posisi kepala, regenerasi juga terjadi di kursi wakil kepala. Dua pejabat lama, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, digantikan oleh jajaran baru yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Pemerintah juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas pengabdian yang telah diberikan oleh jajaran pimpinan sebelumnya.
Data per 3 Maret 2026 menunjukkan bahwa program nasional ini telah menjangkau hingga 61.239.037 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dari total angka tersebut, mayoritas sasaran didominasi oleh kelompok pelajar, yakni sebanyak 49.057.682 siswa sekolah.
Sebagai lembaga non-kementerian yang mengomandoi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN memegang tanggung jawab vital dalam pemenuhan gizi makro masyarakat. Dadan Hindayana sendiri mengukir sejarah sebagai Kepala BGN pertama yang ditunjuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sejak Agustus 2024. Saat itu, ia disokong oleh tiga wakil kepala dengan pembagian pos strategis: Sony Sonjaya (Operasional Pemenuhan Gizi), Lodewyk Pusung (Pengembangan Organisasi & Hubungan Kelembagaan), dan Nanik Sudaryati Deyang (Komunikasi Publik & Investigasi).
Prasetyo mengungkapkan bahwa setiap hari Presiden Prabowo terus memonitor dan mengukur capaian kerja Kabinet Merah Putih, termasuk efektivitas kinerja di tubuh Badan Gizi Nasional. Langkah evaluatif ini tidak diambil secara sepihak; Presiden memanfaatkan umpan balik dari berbagai sektor, mulai dari laporan resmi antar-kementerian hingga keluhan serta masukan dari warga yang merasakan langsung dampak program Makan Bergizi Gratis di lapangan.