BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan gelar juara dunia Formula 1 2025 kian menegangkan menjelang empat seri terakhir. Meski Lando Norris masih bertengger di puncak klasemen sementara, dominasi McLaren kini mulai digoyang oleh Max Verstappen yang perlahan bangkit dan kembali menebar ancaman serius.
Norris memimpin dengan keunggulan tipis atas rekan setimnya, Oscar Piastri, hanya berselisih satu poin setelah tampil solid di GP Meksiko. Namun, mantan bos Alpine, Otmar Szafnauer, meyakini situasi bisa berbalik arah dalam waktu singkat, terutama karena seri berikutnya akan digelar di GP Brasil, sirkuit yang dikenal sebagai salah satu favorit Verstappen.
“Brasil akan jadi penentu. Max sangat kuat di sana. Saya bisa melihatnya menang lagi di Brasil,” ujar Szafnauer, melansir Formula1, Sabtu (1/11/2025).
Saat ini, Verstappen tertinggal 34 poin dari Norris. Meski demikian, sejarah menunjukkan dominasi pebalap asal Belanda itu di Interlagos, di mana ia sudah tiga kali menjuarai GP Brasil. Ditambah format sprint yang diterapkan tahun ini, Verstappen berpotensi memanfaatkan dua kesempatan untuk memanen poin penuh.
Sebelum GP Meksiko, Verstappen sebenarnya sedang dalam tren positif dengan tiga kemenangan dari empat balapan terakhir. Ia sempat memangkas jarak yang awalnya mencapai 104 poin, menunjukkan bahwa momentum kebangkitan Red Bull belum sepenuhnya padam.
Menurut Szafnauer, faktor terbesar yang membedakan Verstappen dengan dua pebalap McLaren adalah mentalitas dan keberaniannya mengambil risiko di lintasan.
“Dalam hal kemampuan dan kecepatan, Norris dan Piastri hampir seimbang. Tapi Max punya insting balap yang luar biasa dan tidak takut mengambil risiko. Pertarungan ini akan ditentukan oleh siapa yang paling sedikit membuat kesalahan dan terhindar dari kegagalan teknis,” ujarnya.
Baca Juga:
Duo McLaren Kepung Max Verstappen, Monza Janjikan Pertarungan Panas
Verstappen sendiri finis ketiga di Meksiko setelah sempat mengalami insiden di tikungan pertama, di mana ban mobilnya terkunci dan membuatnya meluncur keluar lintasan. Meski kehilangan posisi, ia tetap mampu mengamankan podium.
“Itulah Max. Ia tidak takut mendorong batas kemampuan mobilnya, dan justru di situlah keistimewaannya,” ujar Szafnauer menambahkan.
Persaingan menuju akhir musim kini terbuka lebar dengan empat seri tersisa, yakni Brasil, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi. Jika Verstappen berhasil meraih kemenangan di Brasil, jarak poin akan kembali menipis dan peluangnya mempertahankan gelar dunia bisa kembali hidup.
“Jika Max menang di Brasil, maka segalanya akan berubah. Sisa musim ini akan jadi salah satu penutup paling dramatis dalam sejarah Formula 1,” kata Szafnauer.
Dengan McLaren yang tampil sebagai kekuatan baru musim ini dan Red Bull mulai menemukan ritmenya kembali, Formula 1 2025 berpotensi menghadirkan pertarungan tiga arah yang epik hingga balapan terakhir di Abu Dhabi.
(Budis)









