JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyoroti keras kerusakan Gedung Olahraga (GOR) KONI Sario di Manado yang ambruk usai gempa magnitudo 7,6, Kamis (2/4/2026).
Dalam peninjauan langsung di lokasi, ia melihat proses evakuasi material reruntuhan yang sebelumnya menimpa area sekitar gedung.
Indikasi Konstruksi Tidak Terintegrasi
Yulius Selvanus mengungkapkan adanya indikasi kesalahan konstruksi pada bangunan milik pemerintah tersebut.
Menurutnya, struktur bangunan terlihat tidak memiliki ikatan yang kuat antar bagian, sehingga mudah runtuh saat diguncang gempa.
“Secara fisik tidak ada ikatan. Seharusnya bangunan itu saling mengikat,” ujarnya.
Ia juga menyebut kejadian serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada 2023 atau 2024.
Soroti Pemborosan Uang Negara
Gubernur menilai pembangunan yang tidak sesuai standar hanya akan merugikan negara.
“Ini sia-sia uang negara terbuang kalau bangun seperti ini,” tegas Yulius Selvanus.
Ia juga menyoroti risiko besar yang ditanggung masyarakat, terutama pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Berdampak pada Persiapan PON
Kerusakan GOR Sario turut mengganggu persiapan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Gedung tersebut sebelumnya direncanakan menjadi venue cabang olahraga bela diri pada Oktober mendatang.
Kini, pemerintah daerah harus mencari alternatif lokasi dalam waktu terbatas.
Harap Dukungan BNPB
Gubernur mengakui keterbatasan anggaran dan waktu menjadi kendala dalam pembangunan fasilitas pengganti.
Ia berharap adanya dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana agar pembangunan bisa dipercepat.
“Kalau ada bantuan dari BNPB, kita berharap sebelum Oktober sudah selesai,” ujarnya.
Baca Juga:
Detik-detik Gempa M 7,6 Guncang Manado, Jembatan Soekarno Beserta Tiang Lampu Bergoyang
Gempa 7,6 Guncang Manado: 1 Tewas, GOR Ambruk, Warga Panik Tsunami
Selain perbaikan gedung, pemerintah juga berencana menata ulang kawasan sekitar KONI.
Penataan mencakup area pedagang guna meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan masyara
Diketahui, gempa berkekuatan 7,6 tersebut menyebabkan satu korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan GOR Sario.
Peristiwa ini sekaligus membuka kembali sorotan terhadap kualitas infrastruktur publik di daerah rawan gempa.
(Dist)











