JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Akitfitas gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh mendominasi Gunung Awu yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara masih.
Data tersebut disampaikan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berdasarkan pemantauan aktivitas gunung api pada periode 1–15 Februari 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyebutkan ratusan gempa tercatat selama periode tersebut.
“Pada periode tersebut terekam 218 kali gempa vulkanik dangkal dengan rata-rata 14 kejadian per hari, delapan kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, dan 260 kali gempa tektonik jauh,” kata Lana dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).
Energi Gempa Vulkanik Masih Fluktuatif
Berdasarkan analisis nilai RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement), energi gempa vulkanik yang terekam menunjukkan pola fluktuatif.
Menurut Lana, grafik RSAM secara umum masih dipengaruhi oleh faktor cuaca serta aktivitas kegempaan yang terjadi di sekitar gunung api tersebut.
Meski demikian, kondisi gempa vulkanik dangkal relatif masih sama dibandingkan periode sebelumnya dengan rata-rata sekitar 14 kejadian per hari.
Asap Kawah Terpantau Rendah
Dari hasil pengamatan visual, aktivitas kawah Gunung Awu belum menunjukkan perubahan signifikan sejak Juli 2024.
Pada periode pemantauan terbaru, embusan asap kawah teramati berkisar 10 hingga 50 meter di atas kubah lava, dan umumnya berada di bawah 50 meter.
“Hal ini menunjukkan aktivitas embusan asap kawah masih berfluktuasi dan tidak terjadi peningkatan yang menerus dan signifikan,” jelas Lana.
Aktivitas Magma Masih Terjadi
Meski fluktuatif, jumlah gempa vulkanik dangkal yang masih berada di atas normal menjadi indikasi bahwa proses magmatik masih berlangsung di kedalaman dangkal.
Tekanan magma tersebut dapat menyebabkan retakan batuan di dekat permukaan dan memicu pelepasan energi berupa gempa vulkanik.
Menurut Badan Geologi, aktivitas magma di dalam tubuh Gunung Awu masih cukup aktif sehingga perlu terus diwaspadai.
Baca Juga:
BNPB Ingatkan Potensi Longsor Susulan Sampah Bantargebang, Evakuasi Jika Hujan Deras!
Longsor Bantargebang Telan Korban Jiwa, Menteri LH: Pemprov Jakarta Harus Tanggung Jawab!
Potensi Bahaya Erupsi Tetap Ada
Berdasarkan evaluasi visual dan instrumental, beberapa potensi bahaya yang mungkin terjadi di Gunung Awu antara lain:
- Erupsi magmatik eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan aliran piroklastik
- Erupsi magmatik efusif berupa aliran lava
- Erupsi freatik yang didominasi uap dan gas gunung api
Selain itu, peningkatan tekanan dalam sistem magmatik juga berpotensi memicu pembongkaran kubah lava.
Bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan keselamatan manusia.
(Dist)











