BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Aprilia kini berada dalam salah satu momen paling menentukan dalam sejarah mereka di MotoGP. Setelah dua musim terakhir berhasil mengokohkan diri sebagai rival terdekat Ducati, pabrikan Noale bersiap menghadapi perubahan regulasi terbesar dalam lebih dari satu dekade, lahirnya era motor 850cc pada 2027.
Bukannya menunggu hingga detik terakhir, Aprilia justru mulai mengatur ritme kerja mereka sejak sekarang. Direktur Teknis Aprilia Racing, Fabiano Sterlacchini, menegaskan bahwa tim akan menjalani masa transisi menggunakan strategi dua jalur, tetap mengembangkan motor 1000cc hingga awal musim depan, namun perlahan mengalihkan tenaga inti menuju proyek 850cc.
“Kami masih harus memaksimalkan motor 2026 setidaknya hingga tiga atau empat bulan pertama musim. Setelah itu, fokus kami akan sepenuhnya dipindahkan ke proyek 2027,” ujar Sterlacchini, melansir MotoGP, Sabtu (29/11/2025).
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Dengan regulasi baru yang memangkas kapasitas mesin, menghapus perangkat ride height, membatasi aero, hingga mengganti pemasok ban menjadi Pirelli, setiap pabrikan harus membangun motor secara fundamental dari nol. Dan berbeda dari komponen lain, mesin membutuhkan waktu produksi yang jauh lebih panjang, itulah sebabnya Aprilia telah mulai mengerjakannya sejak dini.
“Mesinnya sudah berjalan. Lead time mesin sangat besar, jadi kami tidak bisa menunggu,” jelasnya.
Baca Juga:
Marc Marquez Waspadai Kebangkitan Aprilia di MotoGP Catalunya
Jorge Martin Siap Tinggalkan Aprilia Demi Motor Honda?
Langkah Aprilia semakin strategis setelah kesepakatan antar pabrikan untuk menunda pengujian 850cc berakhir pada 17 November 2025. Kini, tim mana pun bisa menjalankan uji privat tanpa batasan, dan KTM sudah mulai mencuri perhatian dengan merilis gambar mesin mereka.
Namun Aprilia datang ke era baru ini bukan dengan tangan kosong. RS-GP musim 2025 terbukti solid dan menjadi motor paling konsisten setelah Ducati. Mereka menutup tahun di posisi kedua konstruktor, sementara Marco Bezzecchi mencetak sejarah dengan finis ketiga klasemen pebalap, hasil terbaik Aprilia sejak masuk MotoGP modern.
Dengan fondasi performa yang kuat, Aprilia percaya bahwa transisi menuju 850cc tidak akan merusak momentum yang telah mereka bangun dalam dua tahun terakhir. Justru sebaliknya, mereka melihatnya sebagai kesempatan besar untuk memulai dari titik yang sama dengan rival, tanpa bayang-bayang dominasi panjang.
Era baru MotoGP akan dimulai dua tahun lagi, tetapi Aprilia sudah menekan gas lebih awal. Untuk pertama kalinya sejak lama, pabrikan Noale berada dalam posisi penantang serius dan mereka tak ingin kehilangan momentum itu.
(Budis)











