BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan Harga Acuan Mineral (HMA) dan Harga Batubara Acuan (HBA) periode pertama November 2025. Harga nikel dan batubara melemah, sementara perak dan emas tercat menguat.
Nilai HMA dan HBA tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 348.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Periode Pertama Bulan November Tahun 2025.
“Beberapa komoditas mencatat pergerakan harga yang menarik. Untuk komoditas mineral, sejumlah harga menunjukkan tren positif,” tulis Ditjenminerba dalam unggahan Instagram resminya, dikutip Senin (3/11/2025).
Untuk harga acuan komoditas mineral, sebgaian besar komoditas menunjukkan tren positif, termasuk kobalt, tembaga, aluminium, emas, dan perak yang mengalami kenaikan.
Kobalt naik menjadi 42.283,33 USD/dmt dari 35.151 USD/dmt pada Oktober. Tembaga naik ke 10.662,07 USD/dmt, dan aluminium ke 2.776,33 USD/dmt.
Emas sebagai mineral ikutan juga naik menjadi 4.110,53 USD/troy ounce dari 3.712,30 USD, serta perak sebagai mineral ikutan naik ke 50,37 USD/troy ounce.
Kemudian, timbal meningkat ke 1.959,33 USD/dmt, seng 3.148,70 USD/dmt, mangan 3,32 USD/dmt, bijih besi 1,55 USD/dmt, dan bijih krom 6,37 USD/dmt.
Sementara itu, harga nikel tercatat mengalami sedikit koreksi setelah menguat pada periode sebelumnya.
Harga Nikel tercatat berada di harga 15.075,33 USD/dmt, turun tipis dari 15.142,00 USD/dmt pada periode kedua bulan Oktober 2025.
Selain Nikel, Timbal dan konsentrat titanium juga tercatat mengalami penurunan, masing masing ke level 1.959,33 USD/dmt dan 8.70 USD/dmt.
Baca Juga:
Harga CPO Naik Tipis, Kemendag Sebut Rencana B50 Jadi Pemicu Utama
Hari Ini 3 November 2025, Harga Emas Antam Kembali Turun ke Rp 2,278 Juta
Untuk komoditas batubara, harga acuan mayoriotas kalori tercatat melemah tipis dibanding periode kedua Oktober 2025. HBA untuk kalori 6.322 GAR, 5.300 GAR, 3.400 GAR mengalami penurunan, dan hanya batu bara dengan tingkat kalor 4.100 GAR yang mengalami kenaikan.
“Namun secara umum, nilai HBA masih berada pada level yang stabil dan kompetitif di pasar internasional,” tulis Ditjenminerba.
Melansir dari unggahan Instagram Ditjenminerba, secara rinci Nilai HBA dari empat jenis HBA berdasarkan nilai kalori batu bara untuk Periode Petama November 2025 adalah sebagai berikut:
HBA (6.322 GAR): 103,75 dolar AS per ton, turun dari periode kedua Oktober 2025 senilai 109,74 dolar AS per ton.
HBA I (5.300 GAR): 67,22 dolar AS per ton, turun dari periode kedua Oktober 2025 senilai 67,76 dolar AS per ton.
HBA II (4.100 GAR): 44,02 dolar AS per ton, naik dari periode kedua Oktober 2025 senilai 43,71 dolar AS per ton. HBA III (3.400 GAR): 33,74 dolar AS per ton, turun dari periode kedua Oktober 2025 senilai 33,92 dolar AS per ton.
(Raidi/Budis)











