JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah mencuatnya kabar mengenai rencana penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diisukan mulai berlaku per 1 April 2026, efisiensi konsumsi bahan bakar menjadi perhatian utama bagi masyarakat.
Menanggapi fenomena tersebut, pakar keselamatan berkendara memberikan sejumlah panduan teknis bagi pengendara agar dapat menekan biaya operasional kendaraan melalui teknik berkendara yang tepat.
Sony Susmana, pakar dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menegaskan bahwa penghematan BBM bukan hanya soal seberapa jauh kendaraan melaju, tetapi sangat bergantung pada perilaku pengemudi dan pemahaman terhadap spesifikasi mesin.
Optimalisasi Mesin dan Penggunaan Oktan
Langkah awal yang paling krusial, menurut Sony, adalah ketepatan dalam memilih jenis bahan bakar. Ia menyarankan pemilik kendaraan untuk selalu menggunakan BBM dengan nilai oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
“Nilai oktan yang tepat memastikan proses pembakaran di ruang mesin berjalan optimal. Jika pembakaran efisien, tenaga yang dihasilkan maksimal tanpa harus membuang-buang bahan bakar secara percuma,” ujar Sony, dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).
Selain itu, ia meluruskan kebiasaan lama terkait pemanasan mesin. Bagi kendaraan modern, pemanasan mesin yang terlalu lama justru menjadi sumber pemborosan. Sony menyarankan durasi pemanasan cukup maksimal satu menit saja. “Pemanasan berlebihan justru meningkatkan konsumsi BBM tanpa memberikan manfaat signifikan pada performa mesin masa kini,” tambahnya.
Teknik Berkendara yang Halus
Selain aspek teknis mesin, cara mengoperasikan kendaraan memegang peranan besar. Sony menekankan pentingnya menjaga putaran mesin (RPM) agar tetap rendah. Bagi pengguna mobil manual, perpindahan gigi disarankan dilakukan saat mesin mencapai maksimal 2.000 RPM. Sementara bagi pengguna mobil matic, sangat disarankan untuk menghindari fitur kickdown atau menginjak gas secara mendalam secara tiba-tiba.
Penerapan pola Eco-Driving juga mencakup cara pengemudi melakukan akselerasi dan deselerasi. “Hindari pola stop and go yang kasar. Menginjak pedal gas secara halus dan mengurangi kecepatan tanpa terlalu sering mengandalkan rem secara mendadak terbukti efektif menekan konsumsi bahan bakar,” jelasnya.
Kepastian Harga BBM dari Pemerintah
Isu mengenai penghematan ini mengemuka seiring dengan kabar rencana kenaikan harga BBM pada awal April ini. Namun, Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan klarifikasi untuk menenangkan masyarakat.
Dalam keterangannya pada Selasa lalu, Prasetyo menegaskan bahwa PT Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk kategori BBM subsidi maupun non-subsidi. Keputusan ini diambil berdasarkan arahan Presiden yang ingin memprioritaskan daya beli masyarakat.
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga untuk saat ini,” tegas Prasetyo Hadi.
Dengan adanya kepastian harga dari pemerintah dan penerapan tips berkendara irit dari pakar, diharapkan beban ekonomi masyarakat terkait transportasi dapat tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi global.










