BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan harga beras mulai stabil menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dia menyebutkan jumlah daerah yang mengalami penurunan harga beras di tingkat konsumen terus meningkat bila dibandingkan pada awal Oktober lalu. Sampai awal November sudah ada 214 kabupaten/kota yang mengalami penurunan harga beras.
“Menjelang masa Natal dan tahun baru, pemerintah memastikan kestabilan harga pangan pokok strategis, terutama beras,” kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Minggu (15/11/2025) melansir Antara.
Arman menuturkan harga beras nasional menunjukkan tren stabil. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual sekitar Rp12.000 per kilogram, sementara beras medium banyak ditemukan di kisaran Rp13.000 per kilogram di berbagai wilayah.
Kondisi harga uang berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp13.500 untuk medium, menandakan pasar mulai terkendali menjelang periode libur akhir tahun.
“Artinya sudah sesuai dan bahkan di bawah HET,” jelas Amran.
Meskipun begitu, Amran menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan perkembangan harga di lapangan.
“Tapi kami ada membaca berita bahwa harga lagi naik, makanya kami turun ke lapangan. Kami langsung bersama Pak Wamen Pertanian, juga dengan Dirut Bulog,” tambahnya.
Baca Juga:
Bulog Bandung Pastikan Stok Beras Aman Hingga Enam Bulan ke Depan, Ada 30 Ribu Ton
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sampai minggu pertama November sudah ada 214 kabupaten/kota yang mengalami penurunan harga beras.
Telah terjadi peningkatan 19,5 persen apabila dibandingkan pada minggu pertama Oktober dimana baru terdapat 179 kabupaten/kota yang mengalami penurunan harga beras.
Sementara itu, masih ada 50 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras sampai minggu pertama November 2025.
Lebih lanjut Amran mengatakan salah satu upaya yang dilaksanakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga komoditas tersebut adalah berupa peningkatan pengawasan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras yang dibentuk sejak 20 Oktober 2025.
Adapun pengawasan Satgas Pengendalian Harga Beras melibatkan Polri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bapanas, Bulog dan pemerintah daerah.
Di samping itu, pemerintah bersama Perum Bulog dalam mempersiapkan Natal dan tahun baru, akan memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di masing-masing daerah.
Hal itu merupakan mitigasi dalam menjaga kestabilan harga beras tatkala ada peningkatan kebutuhan konsumsi.
(Raidi/_Usk)











