JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan perlunya pendekatan berbasis hak asasi manusia dalam penanganan HIV/AIDS agar penanggulangan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
Pendekatan ini mencakup pemerataan akses layanan, penghapusan stigma, serta kerja sama dengan berbagai pihak.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, bahwa sekitar 0,7 persen populasi Indonesia atau sekitar 1,96 juta orang diperkirakan hidup dengan HIV. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 564 ribu orang yang terdata.
“Agar supaya lebih komprehensif, penanggulangan HIV/AIDS ini harus lebih adil dan harus lebih merata, tidak membebani. Itu yang pertama,” kata dia, melansir Antara, Senin (1/12/2025).
Ia menyebut, stigma yang masih melekat di tengah masyarakat menjadi hambatan utama dalam proses pengobatan dan pemantauan pasien.
Dante juga menyoroti pedoman penanggulangan HIV yang dirangkum dalam pendekatan ABCDE yakni menahan diri dari hubungan seksual berisiko, setia pada pasangan, penggunaan kondom, tidak menggunakan narkoba, serta edukasi.
Ia menegaskan tidak boleh ada kelompok yang tertinggal dalam upaya penanganan HIV, baik mereka yang sudah teridentifikasi maupun yang belum terdeteksi.
“Dan yang paling penting adalah no one left behind, tidak ada satupun yang tertinggal dalam penanggulangan HIV, baik itu yang sudah teridentifikasi maupun yang belum teridentifikasi,” katanya.
Kemenkes kini memperkuat surveilans, meningkatkan cakupan pengobatan, dan memperluas kampanye edukasi guna mencapai target global 95-95-95 pada tahun 2030.
Saat ini, Indonesia baru mencapai 65 persen identifikasi, 70 persen pengobatan, dan 56 persen pasien yang berhasil menurunkan viral load.
“Kita punya slogan target di tahun 2030, 95 (persen) yang teridentifikasi, 95 (persen) yang diobati, 95 (persen) yang tersupresi viral load-nya. Ini masih PR karena capaian kita sekarang baru 65 (persen) yang teridentifikasi, 70 (persen) yang terobati, dan 56 (persen) yang tersupresi viral load-nya,” katanya.
Baca Juga:
Tinjau Pengungsian Banjir Tapanuli, Prabowo Disambut Korban yang Masih Syok
BPOM Temukan 65 Obat Ilegal Picu Stroke Sampai Serangan Jantung, Cek Daftarnya!
Dante mengungkapkan ,bahwa pencegahan sebenarnya bisa dilakukan melalui obat suntik dua kali setahun, namun harganya masih sangat mahal.
Saat ini, fokus pemerintah adalah deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan edukasi untuk memastikan viral load pasien tetap terkontrol.
Ia memberikan apresiasi kepada berbagai lembaga, relawan, puskesmas, serta dinas kesehatan daerah yang mulai memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS demi mengejar target 2030.
Tema Hari AIDS Sedunia 2025, “Overcoming disruption, transforming the AIDS response”, disebut menjadi pengingat pentingnya pendekatan yang menempatkan hak asasi manusia sebagai landasan utama.











