BANDUNG, TEROPONGEMDIA.ID — Pemerintah Kota Bandung akhirnya buka suara terkait isu dugaan kebocoran data kependudukan yang viral di media sosial.
Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung (Disdukcapil), pemerintah memastikan bahwa data yang beredar tidak berasal dari sistem resmi mereka.
BSSN Temukan Kejanggalan Data
Isu ini mencuat setelah akun keamanan siber mengklaim adanya peredaran data dalam jumlah besar pada 29 Maret 2026.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Bandung langsung melakukan audit sistem dan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Hasil telaah teknis menunjukkan adanya sejumlah ketidaksesuaian mendasar pada data yang beredar.
Data Tidak Spesifik Warga Bandung
Temuan pertama mengungkap bahwa data tersebut tidak hanya berisi warga Bandung.
Di dalamnya ditemukan alamat dari wilayah Kabupaten Bandung, yang menunjukkan bahwa data tersebut bukan berasal dari satu sumber administrasi resmi.
Format Data Tidak Sesuai Sistem Resmi
Selain itu, struktur dan penamaan elemen data tidak sesuai dengan standar Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).
Perbedaan juga terlihat pada format penulisan tanggal, di mana sistem resmi menggunakan format dua digit untuk bulan, sementara data yang beredar tidak mengikuti pola tersebut.
Sistem Terpusat Minimalkan Risiko Kebocoran
Pemkot Bandung menegaskan bahwa sejak 2021, sistem SIAK telah terpusat di Kementerian Dalam Negeri.
Artinya, seluruh database kependudukan tidak lagi disimpan di server daerah, termasuk di lingkungan Disdukcapil Kota Bandung.
Dengan sistem ini, potensi kebocoran dari server daerah dinilai sangat kecil.
Asal Data Masih Misterius
Meski demikian, sumber data yang beredar masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.
Hal ini menjadi perhatian serius mengingat data kependudukan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) digunakan secara luas dalam berbagai layanan publik, mulai dari kesehatan, perbankan, hingga bantuan sosial.
Baca Juga:
Bandung Dikepung Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Warga Waspada!
Farhan Kenalkan Sejarah Panjang Kota Bandung Kepada Siswa Australia
Jangan Mudah Percaya dan Jaga Data Pribadi
Pemkot Bandung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Warga juga diminta lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi di platform digital dan hanya memberikan informasi kepada pihak yang memiliki kewenangan resmi.
Layanan Tetap Aman dan Normal
Pemerintah memastikan seluruh layanan administrasi kependudukan di Kota Bandung tetap berjalan normal dan aman.
Koordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait akan terus diperkuat untuk menjaga kepercayaan publik terhadap keamanan data.
(Dist)











