BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kemitraan ikonik antara Honda dan Red Bull resmi berakhir setelah Grand Prix Abu Dhabi, menandai penutup dari salah satu era paling dominan dalam sejarah modern Formula 1.
Delapan tahun perjalanan bersama yang dimulai dari proyek kecil bersama Toro Rosso pada 2018 berkembang menjadi kekuatan besar yang mengguncang peta persaingan F1.
Keputusan ini menutup sebuah siklus yang penuh pencapaian monumental. Pabrikan Jepang itu bukan sekadar pemasok mesin; mereka adalah pondasi dari kebangkitan Red Bull hingga mencapai puncak kejayaan.
Puncaknya terjadi pada 2021 ketika mesin Honda mengantar Max Verstappen merebut gelar dunia pertamanya, sebuah kemenangan yang menjadi simbol renaisans Honda setelah era sulit bersama McLaren.
Baca Juga:
Bos Mercedes Nilai Kans Max Verstappen Rebut Gelar Juara Dunia Formula 1 2025 Masih Ada, Tapi Tipis
Koji Watanabe, Presiden Honda Racing Corporation, menyebut hubungan Honda–Red Bull sebagai kemitraan yang berjalan dengan harmoni dan saling menguatkan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan delapan tahun terakhir tidak hanya lahir dari teknologi, tetapi juga kolaborasi manusia yang solid antara kedua organisasi.
“Kami sangat bangga dapat berada di barisan depan F1 selama delapan tahun,” ujar Watanabe, dikutip dari Formula1, Selasa (9/12/2025).
Kini, kedua pihak melangkah ke masa depan yang sangat berbeda. Honda mengambil keputusan strategis dengan bergabung bersama Aston Martin untuk menghadapi regulasi mesin 2026, yang menuntut efisiensi energi dan integrasi elektrik lebih besar. Untuk pertama kalinya sejak comeback penuh, Honda akan kembali memegang kendali total atas proyek mesin mereka.
Di sisi lain, Red Bull memasuki wilayah baru: membangun mesin sendiri. Ditemani Ford sebagai mitra teknis, Red Bull Powertrains akan menghadapi tantangan terbesar sejak era dominasi bersama Renault dan Honda.
Perpisahan ini bukanlah konflik, melainkan penutup dari babak bersejarah. Sebuah era yang membawa gelar dunia, kemenangan demi kemenangan, dan pengaruh besar dalam evolusi teknologi F1.
Meski Honda dan Red Bull kini berlayar ke arah berbeda, keduanya meninggalkan jejak kolaborasi yang akan dikenang sebagai salah satu kemitraan paling berpengaruh dalam olahraga ini.
(Budis)











