BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Momen hari jadi ke-385 Kabupaten Bandung tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengakselerasi transformasi digital. Di tengah perayaan sejarah panjang daerah ini, Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem digital yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga aman bagi masyarakat.
Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, mengungkapkan bahwa usia ke-385 ini harus dimaknai sebagai momentum penguatan komitmen dalam membangun daerah yang maju melalui digitalisasi yang berpihak pada kepentingan publik.
“Kami mengucapkan selamat Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung. Ini adalah momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat visi transformasi digital yang aman dan inklusif,” ujar Teguh, Jumat (17/4/2026).
Fokus Strategis 2026: Integrasi dan Kualitas SDM
Dalam peta jalan tahun 2026, Diskominfo Kabupaten Bandung telah menyiapkan serangkaian program prioritas. Fokus utama terletak pada penguatan ekosistem digital pemerintahan secara menyeluruh. Hal ini mencakup integrasi ratusan aplikasi yang selama ini terpisah-pisah ke dalam satu sistem yang lebih padu, penguatan infrastruktur pusat data, hingga peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) digital di lingkungan pemerintahan.
Langkah integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi birokrasi dan mempermudah akses layanan publik bagi warga Kabupaten Bandung, sejalan dengan visi “Smart City” yang terus dikembangkan.
Baca Juga:
Sambut HUT Kabupaten Bandung ke-385, Lebih dari 700 Peserta Siap Ramaikan Big and Child Run
Diskominfo Kabupaten Bandung Targetkan Big Data dan Penguatan KIM di 2025
Ancaman Serius Judi Online (Judol)
Namun, di balik pesatnya perkembangan teknologi, Teguh memberikan peringatan keras terkait sisi gelap ruang digital, khususnya fenomena judi online (judol) yang kian meresahkan. Ia memandang praktik judol bukan sekadar masalah sosial, melainkan ancaman nyata di ruang digital yang dapat merusak sendi-sendi ekonomi dan mentalitas warga.
“Keamanan ruang digital menjadi prioritas kami, terutama dalam merespon maraknya praktik judi online. Kami memandang judol sebagai ancaman serius. Oleh karena itu, Diskominfo mendorong pendekatan berbasis data melalui dashboard monitoring untuk memantau aktivitas ilegal tersebut,” tegasnya.
Teguh juga mengimbau agar warga Kabupaten Bandung lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan gawai serta aplikasi digital mereka. Penguatan literasi digital di tengah masyarakat dianggap sebagai benteng pertahanan utama agar warga tidak mudah terpapar pengaruh buruk judol.
Implementasi Kebijakan Pusat dan Sinergi Publik
Sejalan dengan upaya di daerah, Diskominfo Kabupaten Bandung juga menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat, termasuk implementasi Permen Komdigi RI Nomor 9 Tahun 2026. Aturan ini merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS yang menekankan pada tata kelola platform digital yang bertanggung jawab.
Untuk memastikan pesan pembangunan sampai ke lapisan terbawah, Diskominfo terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi dilakukan mulai dari media massa hingga Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang tersebar di tingkat desa.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media dan komunitas, kami ingin memastikan adanya satu narasi pembangunan yang positif serta terciptanya ruang digital yang lebih sehat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkas Teguh.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Kabupaten Bandung di usianya yang ke-385 berharap dapat terus bersaing di era digital tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan perlindungan terhadap warganya.











