BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mantan petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, namanya kini berada di jajaran atlet paling dominan di era modern tenis putri. Bertanding di depan publik Gorzów Wielkopolski, petenis berusia 24 tahun itu memimpin Polandia memastikan tiket ke kualifikasi Billie Jean King Cup 2026 dengan performa nyaris tanpa cela.
Swiatek, yang baru saja mengangkat trofi Wimbledon pertamanya musim ini serta memenangkan gelar Cincinnati 2025, menjadi jantung dan nyawa skuad Polandia. Namun alih-alih terbebani ekspektasi sebagai petenis ranking 2 dunia, ia justru bermain seolah tekanan itu nyaris tidak ada.
Pada laga menghadapi Selandia Baru, Swiatek menghancurkan Elyse Tse 6-0, 6-1, membuka jalan bagi kemenangan telak 3-0 Polandia. Rekan-rekannya, Linda Klimovicova dan Martyna Kubka, menuntaskan sisa poin dengan meyakinkan.
Dua hari berselang, Swiatek kembali menjadi pembuka kemenangan saat menghadapi Rumania. Mengandalkan akurasi dan tempo permainan yang sulit ditandingi, ia menggulung Gabriela Lee 6-2, 6-0.
Di tribun, publik Polandia berdiri, bersorak, dan merayakan setiap winner yang keluar dari raket sang juara Wimbledon. Atmosfer berubah menjadi pengingat bahwa Swiatek kini bukan hanya pemain andalan, tetapi simbol harapan olahraga Polandia.
Dengan hasil tersebut, Polandia keluar sebagai juara grup play-off dan resmi melaju ke kualifikasi BJK Cup 2026, yang akan dimulai pada 6 April mendatang.
Dengan total 63 kemenangan tunggal di musim 2025, Swiatek kini menjadi pemain keempat dalam sejarah Open Era yang memuncaki daftar jumlah kemenangan selama empat musim beruntun atau lebih.
Baca Juga:
Bangkit Usai WTA Finals, Iga Swiatek Jadi Mesin Kemenangan Polandia di Billie Jean King Cup
Ia bergabung dengan tiga legenda:
Chris Evert (1974–1977)
Martina Navratilova (1977–1986 — 10 musim berturut-turut)
Steffi Graf (1987–1990)
Dominasi ini menegaskan bahwa Swiatek tidak hanya berada di puncak prestasi, tetapi juga mencetak sejarah yang membuatnya semakin mendekati level ikon tenis putri dunia.
Catatan 63 kemenangan Swiatek membuatnya menyamai peringkat 1 dunia, Aryna Sabalenka, yang memegang jumlah kemenangan serupa musim ini.
Sabalenka sebenarnya memiliki peluang menutup tahun dengan rekor kemenangan lebih baik, namun kekalahan di final WTA Finals Riyadh dari Elena Rybakina membuatnya gagal mencatat kemenangan ke-64. Sebelumnya, ia menutup musim WTA dengan kemenangan di semifinal atas Amanda Anisimova.
Usai memastikan kelolosan, Swiatek membagikan pesan singkat melalui Instagram pribadinya.
“Dan itu adalah rangkuman untuk musim 2025! Akan ada kabar selanjutnya. Sekarang saya hanya perlu tidur. Terima kasih atas dukungan luar biasa anda di Gorzów Wielkopolski! Terima kasih kepada seluruh tim atas pekan yang fantastis, penuh energi dan tawa. Target tercapai,” tulis Swiatek.
Unggahan itu menjadi penutup dari salah satu musim terbaik dalam kariernya, sebuah perjalanan yang menempatkannya kembali ke panggung terdepan dalam perebutan dominasi tenis putri dunia.
(Budis)











