JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan mantan Menteri Perhubungan sekaligus eks Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/11/2025). Pertemuan keduanya berlangsung selama kurang lebih dua jam.
Dalam pertemuan itu, Jonan menjelaskan, dirinya dan presiden berdiskusi mengenai sejumlah hal, termasuk pandangannya terhadap pelaksanaan berbagai program pemerintahan.
“Kami memang minta waktu untuk sharing. Sebagai warga negara, berdiskusi tentang program-program yang dijalankan beliau selama ini,” ujar Jonan kepada wartawan, dikutip Selasa (02/11/2025).
Ia menambhakan, dalam kesempatan itu turut berbincang mengenai beberapa program unggulan pemerintah, seperti makan bergizi gratis (MBG), koperasi desa/kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kopkel Merah Putih), serta sekolah rakyat. Ia menilai program-program tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat kecil sekaligus memperkuat pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:
Jonan Dipanggil Prabowo, Bungkam Ditanya Soal Kereta Cepat Whoosh
Bertemu dengan Prabowo, Ignasius Jonan Digoda Masuk Kabinet?
“Program-program kerakyatan, seperti MBG, kopdes Merah Putih, dan sekolah rakyat punya multiplier effect ekonomi yang baik bagi masyarakat,” jelasnya.
Jonan juga menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah Presiden Prabowo di bidang diplomasi internasional serta pengembangan BUMN.
“Kami juga sharing soal peran beliau yang aktif pada diplomasi luar negeri dan pengembangan BUMN untuk kepentingan bangsa,” tuturnya.
Saat disinggung mengenai isu utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, Jonan menegaskan bahwa topik tersebut sama sekali tidak dibicarakan dalam pertemuan tersebut.
“Enggak, enggak bahas kereta cepat. Saya enggak diminta masukan kok soal itu,” tegas Jonan.
Ia menambahkan bahwa proyek kereta cepat Whoosh secara operasional sudah berjalan dengan baik, meskipun urusan pembiayaan menjadi kebijakan tersendiri dari Presiden.
“Whoosh secara operasional bagus. Kalau soal pengelolaan dan utangnya, mungkin bisa ditanya langsung ke beliau, tadi tidak dibahas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jonan memilih untuk tidak berkomentar banyak terkait permasalahan utang proyek tersebut, dengan alasan dirinya sudah tidak lagi aktif di sektor transportasi.
“Saya sudah pensiun, jadi tidak akan berpendapat soal itu. Tadi cuma diskusi saja,” katanya.
Meski begitu, Jonan menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Prabowo apabila diberikan amanah, meski hingga kini belum ada pembicaraan mengenai hal itu.
“Sebagai warga negara, kalau diminta bekerja untuk negara ya harus siap, kalau mampu. Namun, tadi enggak ada tawaran, cuma diskusi saja,” pungkasnya.
(Saepul)











