IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Hentikan Perdagangan Kedua Kali dalam Sepekan

IHSG Anjlok
Ilustrasi (IHSG)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kembali mengalami hari kelam pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026. Tekanan jual yang belum pernah terjadi sebelumnya memaksa otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk Kembali mengaktifkan mekanisme “trading halt” atau pembekuan perdagangan sementara seetelah indeks Utama nasional tersebut terjun bebas.

Pada pembukaan sesi pagi, sentimen negatif global dan domestik langsung menghantam lantai bursa. Dalam Waktu kurang dari 30 menit, IHSG ambruk hingga menyentuh level kritis 7.654, mencatatkan koreksitajam sebesar 8% dari penutupan hari sebelumnya. sesua regulasi auto rejection, BEI segera menghentikan perdagangan pada pukul 09:27 WIB selama 30 menit penuh untuk meredam kepanikan investor.

Kepanikan Akibat Arus Modal Keluar (Outflow) Masif

Krisis saat ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam pasar terhadap rencana perombakan portofolio indeks global MSCI. Investor asing diperkirakan akan menarik dana mereka secara besar-besaran dari pasar saham Indonesia, menciptakan arus keluar modal (outflow) yang diperkirakan mencapai Rp40 triliun dalam beberapa hari terakhir. Hal ini memicu panic selling di kalangan investor domestik yang bereaksi berlebihan.

Seorang analis pasar dari Sekuritas XYZ, Budi Santoso, menjelaskan bahwa saat ini pasar sedang mengalami krisis kepercayaan.

“Ini bukan lagi soal fundamental ekonomi, tapi soal psikologis massa. Trading halt adalah alat yang diperlukan untuk mendinginkan kepala investor sejenak,” ujarnya, melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:

IHSG Anjlok 1,14%, Asing Justru Borong Saham-Saham Ini

Kerugian Fantastis dan Dampak ke Sektor Riil

Dampak dari anjloknya IHSG sangatlah signifikan. Dalam kurun waktu empat hari perdagangan terakhir, total kapitalisasi pasar modal Indonesia dilaporkan telah menguap sekitar Rp2.550 triliun. Kerugian ini setara dengan hilangnya nilai beberapa perusahaan raksasa sekaligus.

Meskipun otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan telah mengeluarkan pernyataan yang meminta investor tetap tenang, volatilitas tetap tinggi. Sektor perbankan dan komoditas menjadi yang paling terpukul.

Investor kini memantau ketat apakah indeks mampu bertahan di atas level dukungan psikologis 7.500 saat perdagangan kembali dibuka siang nanti.


(Magang_UIN SGD Bandung/Fauzan Pradipta Rahmanto)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
DJP
DJP Dukung UMKM Naik Kelas via PP Nomor 20 Tahun 2026
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Berita Lainnya

1

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik