JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan signifikan pada akhir perdagangan pada Selasa (14/10/2025). Berdasarkan data RTI, IHSG ambruk 160,67 poin atau 1,95 persen ke level 8.066,52, setelah bergerak di kisaran 7.974,03 hingga 8.284,91 sepanjang sesi perdagangan.
Mayoritas saham mengalami tekanan jual, dengan 583 saham turun, 138 saham naik, dan 84 saham stagnan. Aktivitas perdagangan terlihat padat, tercatat 48,25 miliar saham berpindah tangan dalam 3.252.828 transaksi, dengan nilai total mencapai Rp32,01 triliun.
Investor asing tercatat melakukan aksi net sell sebesar Rp1,36 triliun di seluruh pasar, terdiri dari Rp1,32 triliun di pasar reguler dan Rp40,55 miliar di pasar negosiasi serta tunai. Sektor perbankan menjadi sasaran utama aksi jual tersebut.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan net sell terbesar mencapai Rp424,12 miliar, sehingga harga sahamnya turun 3,01 persen ke Rp3.550. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan aksi jual asing sebesar Rp301,78 miliar, menekan sahamnya turun 1,02 persen ke level Rp7.250.
Mengutip Stockbit, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Selasa, 14 Oktober 2025:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp424,12 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp301,78 miliar
- PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) – Rp259,44 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp240,37 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp157,67 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Rp114,05 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp107,65 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp89,45 miliar
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) – Rp78,41 miliar
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) – Rp57,89 miliar
Baca Juga:
BEI Bekukan Sementara Saham ASPI dan MORA, Investor Diminta Waspada!
Koreksi tajam IHSG ini menunjukkan tekanan jual dari investor asing yang cukup besar, terutama di sektor perbankan. Meskipun terdapat beberapa saham yang mampu menguat, tekanan di saham-saham unggulan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI menimbulkan sentimen negatif terhadap pasar secara keseluruhan.
Fenomena ini juga menyoroti tingginya volatilitas pasar saham Indonesia, di mana aksi beli dan jual investor asing bisa berdampak signifikan pada pergerakan indeks utama. Bagi investor domestik, kejadian ini menjadi pengingat untuk menilai risiko, memperhatikan informasi fundamental perusahaan, dan tetap waspada terhadap fluktuasi pasar yang cepat.
Secara keseluruhan, perdagangan Selasa menunjukkan bahwa IHSG masih rawan terhadap tekanan eksternal, terutama dari aksi investor asing. Penguatan strategi manajemen risiko menjadi penting agar portofolio investasi tetap terlindungi dari gejolak pasar yang tajam.
(Dist)










