BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — BPI Danantara Indonesia buka suara terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi pada PT Indofarma Tbk (INAF). Setidaknya, sebanyak 413 karyawan dirumahkan pada September lalu.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyebut PHK tersebut merupakan bagian dari proses penyehatan perusahaan yang tengah dijalankan pemerintah dan Danantara.
“Sebenarnya kan bukan PHK ya, tetapi kita menawarkan offering untuk penyehatan itu, tapi sebagian kita rekrut kembali,” ujar Dony, melansir CNN, Kamis (13/11/2025) .
Dony menekankan seluruh proses yang merupakan bagian dari upaya turn around perusahaan dilakukan sesuai aturan. Para karyawan juga menerima keputusan tersebut dan sebagian akan direkrut kembali seiring penyesuaian kebutuhan SDM.
Ia mengungkap, perusahaan tidak ingin menyalurkan dana tanpa kejelasan arah bisnis, terutama karena menyangkut penggunaan uang negara. Karena itu, langkah efisiensi dan penataan ulang struktur SDM menjadi bagian dari proses penyehatan yang masih berjalan.
Meskipun begitu, ia menilai bahwa upaya perbaikan Indofarma harus dilakukan secara logis dan hati-hati.
“Kalau perusahaannya tidak masuk dalam profile sehat, kan percuma dikasih uang itu orang bisnisnya yang enggak ada. Jadi kita mesti logic,” ujarnya lebih lanjut.
Menanggapi jumlah karyawan yang hanya menyisakan belasan orang setelah restrukturisasi, Dony memastikan perusahaan akan kembali merekrut pegawai baru sesuai kebutuhan operasional.
Ia juga menyampaikan perusahaan akan mempertimbangkan merekrut para mantan karyawan yang meminta kembali bergabung selama proses penyehatan berjalan.
Baca Juga:
Soal PHK Karyawan Indofarma, DPR Desak kementerian BUMN Bertindak!
Danantara Ungkap Total Perusahaan BUMN Tembus 1.000, Punya 338 Anak hingga 585 Cucu
Lebih lanjut, Dony menjelaskan, Danantara tengah mengubah struktur bisnis Indofarma. Salah satunya melalui konsolidasi dengan PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Kedepannya, Dony menyebut Indofarma akan berada di bawah pengelolaan Kimia Farma sebagai bagian dari konsolidasi BUMN farmasi.
Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat industri kesehatan nasional.
Sebelumnya, PT Indofarma Tbk melaporkan telah melakukan PHK massal terhadap 413 karyawan pada 15 September 2025 dan hanya menyisakan 3 karyawan aktif. Langkah tersebut tercantum dalam laporan keuangan kuartal III 2025 dan disebut sebagai bagian dari restrukturisasi demi efisiensi.
Pada akhir September, perusahaan membuka rekrutmen ulang untuk 18 pegawai sehingga total karyawan menjadi 21 orang. Langkah ini sebagai upaya untuk mendukung operasional model bisnis terbatas yang telah disetujui dalam putusan homologasi.
Sebagai informasi, pada akhir Desember 2024 Indofarma masih memiliki 788 karyawan. Artinya, sepanjang sembilan bulan pertama 2025, jumlah karyawan turun 767 orang, dengan pemangkasan terbesar terjadi pada pertengahan September 2025.
(Raidi/Budis)











