BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Thailand jadi Tailan? Awalnya terdengar asing, bahkan nyaris seperti typo. Tapi tunggu dulu, ini bukan kesalahan ketik. Ini justru momen bersejarah ketika Indonesia, menegaskan identitas linguistik di panggung global.
Perubahan ini tertuang dalam dokumen UNGEGN yang dibahas pada sidang Badan Ahli Penamaan Geografis PBB di New York pada 28 April hingga 2 Maret 2025. Viral pertama kali setelah Badan Informasi Geospasial merilis peta NKRI edisi Januari. Netizen langsung heboh ada yang bingung, protes, dan ada pula yang antusias.
Tapi di balik kehebohan media sosial, sebenarnya ada proses yang sudah berjalan sejak 2019. Proses penyusunan daftar ejaan buku ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga, melibatkan Badan Informasi Geospasial, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Luar Negeri.
Pertanyaan yang paling sering muncul, memangnya kenapa sih harus diubah? Thailand kan sudah familiar, ngapain ribet-ribet ganti jadi Tailan?
Baca Juga:
Jalan Depan RS Vajira Bangkok Thailand Amblas, Truk Nyaris Tertelan Sinkhole Raksasa
Jawabannya, bertujuan untuk menyelaraskan penulisan geografis dunia dengan kaidah ortografi dan fonologi bahasa Indonesia yang baku. Bahasa Indonesia punya sistem bunyi dan aturan penulisan sendiri. Bunyi “th” seperti dalam Thailand? Nggak ada dalam sistem fonologi kita. Sama halnya dengan “-land” yang dipangkas jadi “-lan” agar lebih ringkas dan sesuai bahasa Indonesia.
Thailand memang jadi yang paling mencuri perhatian, tapi sebenarnya ada beberapa negara lain yang juga berubah ejaannya:
Paraguay menjadi Paraguai
Afghanistan menjadi Afganistan
Bangladesh menjadi Banglades
Swiss menjadi Swis
Dan masih ada beberapa negara lainnya yang mengalami penyesuaian serupa.
Perubahan ini memunculkan beragam reaksi netizen. Di media sosial, ada yang langsung menerima sebagai bentuk kedaulatan bahasa. Ada juga yang merasa aneh dan butuh waktu untuk beradaptasi.
Di balik perubahan ejaan ini, sebenarnya kita juga belajar menghargai dan mengembangkan bahasa sendiri Perubahan memang selalu menantang, tapi juga membuka peluang. Peristiwa ini bisa jadi kesempatan kita untuk lebih memahami dan mencintai bahasa Indonesia.
Jadi Thailand atau Tailan? Keduanya benar, tergantung konteksnya. Perubahan ejaan ini akan segera dimasukkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada edisi pemutakhiran berikutnya, menjadikannya rujukan resmi untuk seluruh masyarakat Indonesia.
(Magang UNPAD/Rifa Rayja Athallah)











