Ini Motif Batik Paling Tua di Indonesia

Batik Indonesia
Ilustarasi Batik Parang (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Batik Indonesia bukan hanya kain bermotif indah, melainkan rekaman sejarah dan filosofi yang telah melewati perjalanan panjang.

Di antara ratusan motif yang ada saat ini, beberapa motif disebut sebagai yang paling tua dan sarat makna, yakni Parang, Kawung, serta motif hewan dan tanaman yang awalnya digambar di atas daun lontar.

1. Parang: Simbol Kekuatan dan Semangat Pantang Menyerah

Motif Parang diyakini lahir pada masa Keraton Mataram. Goresannya menyerupai ombak laut yang tak pernah berhenti, melambangkan kekuatan, keberanian, serta semangat pantang menyerah.
Filosofi inilah yang membuat motif Parang kerap dikaitkan dengan karakter pemimpin dan pejuang.

2. Kawung: Kesucian dan Keadilan dari Masa Majapahit

Motif Kawung juga termasuk tertua dalam sejarah batik. Bentuknya menyerupai empat lingkaran atau elips yang tersusun simetris mengelilingi pusat. Motif ini melambangkan kesucian, kesempurnaan, dan keadilan.

Bukti arkeologis keberadaan motif Kawung bahkan ditemukan pada arca peninggalan Majapahit abad ke-13, yang menunjukkan betapa dalamnya makna filosofis batik sejak masa lampau.

Baca Juga: 

Mengintip Proses Kreatif Batik Depok di Balik Keindahan Motifnya

Sejarah dan Keunikan Batik Ecoprint

3. Motif Hewan dan Tanaman di Daun Lontar

Selain Parang dan Kawung, sejarah juga mencatat adanya motif hewan dan tanaman yang digambar pada daun lontar. Motif-motif awal ini menjadi cikal bakal berkembangnya ragam batik Nusantara, sebelum kemudian bertransformasi menjadi kain dengan teknik pewarnaan yang lebih kompleks.

4. Dari Keraton ke Masyarakat Luas

Pada awal kemunculannya, batik hanya dibuat khusus untuk kalangan keraton sebagai simbol kekuasaan dan status sosial. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat luas mulai meniru dan mengembangkan motifnya, sehingga lahirlah variasi batik yang lebih beragam di berbagai daerah Indonesia.

Bukti sejarah dan filosofi dari motif Parang, Kawung, hingga gambar hewan dan tanaman menunjukkan bahwa batik bukan sekadar karya seni tekstil, tetapi juga jejak peradaban yang mencerminkan nilai, kepercayaan, dan identitas bangsa Indonesia.

(Hafidah Rismayanti/)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Viral di TikTok, Ini Lirik Lagu Inggris "Forever Young" dari Alphaville

2

Lirik Lagu Laut - Midnight Serenade, OST Perayaan Mati Rasa

3

Apa Sih Speeding Motor? Ini Artinya, Bikers Wajib Tahu!

4

Cara Memotret Makanan dengan Teknik Flat Lay Agar Estetik

5

Cara Menanam 'Rajanya Buah' Durian Duri Hitam
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg