Inilah Daftar Pejabat yang Terkena Penghapusan Centang Biru Twitter

foto (net)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TM.ID: Sejumlah pejabat publik dan politikus Indonesia mengalami hilangnya penyematan centang biru  pada akun Twitter mereka.

Mulai dari akun Twitter Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hingga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terpantau mengalami hal ini.

Memantau akun Twitter resmi kedua orang tersebut, yaitu @ganjarpranowo dan @ridwankamil terlihat sudah tak ada  tanda centang biru dari kedua akun ini

Hal yang sama turut dialami oleh Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka turut terkena aturan baru dari Twitter itu. Gibran juga mencuit perihal centang biru yang hilang pada akunnya.

BACA JUGA: Twitter Menghapus Tanda Centang Biru dari Akun Gratis

Kemudian mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ikut terkena imbas penghilangan centang biru. Dilihat pada akunnya @aniesbaswedan sudah tidak nampak lagi tanda centang biru ini.

Berbeda dengan akun Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, Mahfud MD menampilkan tanda centang abu. Tanda tersebut merupakan verifikasi  sebagai pemerintah atau multitareal.

Sementara itu, akun Twitter milik Agus Harimurti Yudhoyono  (AHY) terpantau centang biru masih tersemat pada akun miliknya.

Seperti yang diketahui, Twitter sudah mulai menghapus ikon tanda centang dari profil ribuan selebritas, politisi, pada Kamis (20/4/2023).

Saat sebelum diakuisisi oleh Elon Musk, Twitter dengan tanda centang berarti ditandakan sebuah akun telah terverifikasi identitas.

Setelah Elon Musk memiliki seluruh saham Twitter, dia mengenakan biaya untuk akun yang ingin mempertahankan tanda centang biru. Biayanya  berkisar 8 dollar AS atau setara Rp119 ribu per bulan untuk pengguna web perorangan.

Sedangkan untuk verifikasi organisasi, Twitter membebankan biaya  1.000 dollar AS per bulan atau setara Rp14,9 juta.

“Kami menghapus tanda centang terverifikasi. Agar tetap terverifikasi di Twitter, individu dapat mendaftar ke Twitter Blue,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan di Twitter.

Pesohor dunia yang terdiri dari Christiano Ronaldo, Leonardo DiCaprio, hingga Bill Gates ikut terkena imbas aturan terbaru Twitter ini.

Tentunya dengan penghapusan centang biru ini, dapat berakibat pada peningkatan peniruan, lantaran identitas yang tidak terkonfirmasi. Beberapa selebritas pun mengatakan, mulai mencari opsi beralih ke media sosial lainnya.

BACA JUGA: Mengetahui Penyebab Withheld Twitter, yang Dialami Otong Koil

(Saepul/Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
DJP
DJP Dukung UMKM Naik Kelas via PP Nomor 20 Tahun 2026
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Berita Lainnya

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik