JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan terbaru terkait arus investasi asing yang masuk ke Indonesia, dengan nilai komitmen dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mencapai sekitar Rp570 triliun.
Laporan tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta. Informasi itu kemudian dikonfirmasi oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
“Presiden juga menerima laporan mengenai perkembangan komitmen investasi dari Jepang dan Korea Selatan yang mencapai sekitar Rp570 triliun,” ujar Teddy.
Realisasi Lampaui Target
Dalam pertemuan tersebut, Rosan juga memaparkan kinerja investasi nasional yang menunjukkan tren positif. Sepanjang kuartal I 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp498,79 triliun, melampaui target Rp497 triliun.
“Ini meningkat 7,22 persen secara year-on-year, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang,” kata Rosan.
Ia menjelaskan bahwa komposisi investasi antara penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) relatif seimbang, masing-masing hampir 50 persen. Nilai PMA tercatat sekitar Rp249,94 triliun.
Dari sisi persebaran wilayah, investasi juga mulai lebih merata, dengan porsi di luar Pulau Jawa mencapai 50,37 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan di Jawa sebesar 49,63 persen.
Baca Juga:
Menteri Bahlil: Bentrok Pekerja Lokal vs Asing PT GNI Perburuk Citra Iklim Investasi Hilir
Negara dan Sektor Unggulan
Rosan turut merinci lima negara dengan kontribusi investasi terbesar ke Indonesia, yakni Singapura, Hong Kong (China), China, Amerika Serikat, dan Jepang.
Sementara itu, sektor-sektor yang paling banyak menyerap investasi meliputi industri logam dasar, jasa lainnya, pertambangan, perumahan, kawasan industri, transportasi, pergudangan, serta telekomunikasi.
Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja
Pemerintah menilai peningkatan investasi ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, investasi juga diharapkan memperluas lapangan kerja serta meningkatkan nilai tambah melalui program hilirisasi.











