BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Submerek Vivo, iQOO, kembali membuat gebrakan besar melalui peluncuran iQOO 15, ponsel pertama yang dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm. Namun di balik peluncuran itu, tersimpan misi yang lebih besar, menjadikan iQOO bukan sekadar merek “turunan” Vivo, melainkan kekuatan baru di segmen flagship global.
Selama ini, iQOO dikenal sebagai merek dengan fokus pada performa tinggi dan harga agresif di kelas menengah. Namun iQOO 15 menandai perubahan arah besar. Vivo tampaknya ingin menjadikan iQOO sebagai ujung tombak riset dan inovasi performa ekstrem, sekaligus mempersempit jarak dengan pemain besar seperti Xiaomi, Samsung, dan Apple.
Langkah ini terlihat dari pemilihan chipset kelas atas Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang menjadi otak utama iQOO 15. Chip ini sama dengan yang digunakan pada ponsel flagship paling premium tahun ini, menandakan bahwa iQOO kini siap bersaing langsung di level atas.
Meski membawa spesifikasi sekelas flagship, harga iQOO 15 tetap agresif. Di pasar Tiongkok, ponsel ini dijual mulai CNY 4.199 (sekitar Rp9,7 juta) untuk versi 12 GB RAM dan 256 GB penyimpanan internal.
Harga tersebut 6,6 persen lebih rendah dari Xiaomi 17 dan 16 persen lebih murah dari Xiaomi 17 Pro, padahal performanya setara bahkan di beberapa aspek, seperti baterai, lebih unggul.
Ditenagai baterai jumbo 7.000 mAh, iQOO 15 mendukung pengisian cepat 100 W kabel dan 40 W nirkabel, menjadikannya salah satu ponsel paling efisien secara energi di kelasnya.
Vivo mengklaim perangkat ini dirancang untuk menunjang pengguna yang aktif dan membutuhkan daya tahan luar biasa tanpa mengorbankan kinerja.
Baca Juga:
Xiaomi 17 Siap Head to Head dengan iPhone 17 di Pasar Flagship
Tak hanya bertenaga, iQOO 15 juga tampil berkelas. Layar AMOLED 6,85 inci dengan resolusi 3.168 x 1.440 piksel dan refresh rate 144 Hz menghadirkan pengalaman visual ultra-responsif. Kecerahan puncak 6.000 nits memastikan visibilitas maksimal di segala kondisi pencahayaan.
Dengan sertifikasi IP68, desain bodi logam, dan berat 215–221 gram, iQOO 15 kini berdiri sejajar dengan nama besar seperti iPhone 17 Pro Max dan Galaxy S25 Ultra.
Di sektor fotografi, iQOO menanamkan tiga kamera belakang 50 MP dengan fungsi berbeda, sensor utama, telefoto dengan zoom optik 3x, dan ultra-wide. Sementara kamera depan 32 MP siap menunjang kebutuhan swafoto maupun konten kreatif dengan hasil tajam dan natural.
Peluncuran iQOO 15 di Tiongkok baru merupakan fase pertama dari proyek ekspansi ambisius Vivo. Meski belum ada jadwal resmi untuk pasar global, sejumlah analis memperkirakan iQOO 15 akan menjadi model kunci untuk membuka jalan ke pasar Eropa dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Jika strategi harga dan performa tinggi ini berhasil diterima konsumen internasional, iQOO berpeluang besar naik kelas dari submerek performa menjadi merek flagship penuh dan itu bisa mengubah peta persaingan smartphone global.
(Budis)



