BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Ratusan warga di Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tengah menghadapi krisis air bersih yang berkepanjangan.
Kondisi ini terasa ironis karena wilayah tersebut berada sangat dekat dengan Waduk Jatigede salah satu sumber air terbesar di Jawa Barat.
Akibat kekeringan ini, pemerintah desa akhirnya meminta bantuan distribusi air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang.
Warga pun tampak berbondong-bondong antre saat bantuan tiba. Mereka membawa berbagai wadah, mulai dari ember, galon, hingga drum air, untuk memenuhi kebutuhan harian.
Salah seorang warga, Dara Haetin, mengaku sudah dua bulan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Meskipun hujan sempat turun beberapa hari terakhir, pasokan air dari PDAM tak kunjung mengalir.
“Biasanya dari PAM, rusak katanya. Ada lah dua bulan sejak September kemarin,” ujar Dara melansir dari Beritasatu pada Senin (6/10/2025).
Baca Juga:
West Java Paragliding Championship 2025, Ratusan Atlet dari 17 Negara Bertanding di Sumedang
Koperasi Merah Putih Mekarjaya Sumedang Dorong Kemajuan Ekonomi Warga Desa
Bantuan dari BPBD
Ia mengatakan, bantuan air bersih dari BPBD menjadi penyelamat bagi warga yang kesulitan.
“Sangat terbantu sekali, buat masak, buat mencuci, buat mandi. Kalau tidak ada air sangat kerepotan, mencuci pakaian juga harus ke sumur yang jaraknya lumayan jauh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pakualam, Sopian Iskandar, menjelaskan bahwa krisis ini disebabkan oleh tersumbatnya pipa PDAM akibat proyek pembangunan jalan provinsi.
“Sejak September akhir dikarenakan tersumbatnya aliran air dari PDAM karena kebetulan ada pembuatan saluran jalan dari provinsi,” jelasnya.
Menurut Sopian, terdapat sekitar 200 kepala keluarga (KK) di Dusun Cilembu yang terdampak langsung.
“Yang mengalami kekeringan kebanyakan di pinggir jalan karena mereka pakai PDAM. Kalau yang di dalam desa masih aman, mereka punya sumur,” ujarnya.
Untuk mengatasi situasi ini, BPBD Sumedang telah beberapa kali menyalurkan bantuan air bersih.
“Alhamdulillah minggu kemarin 25.000 liter, respons cepat dari BPBD bahkan sampai jam 1 malam warga rela menunggu air. Sekarang 15.000 liter lagi bantuan dari BPBD,” kata Sopian.
Pihak desa berharap pasokan air PDAM segera normal agar warga tak terus bergantung pada bantuan tangki air. Meski demikian, langkah cepat BPBD Sumedang menuai apresiasi karena membantu masyarakat melewati masa sulit di tengah musim kering.
(Hafidah Rismayanti/Aak)











