BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pembalap muda Isack Hadjar mendapat sorotan besar menjelang debutnya bersama Red Bull musim ini. Setelah tampil mengesankan bersama Racing Bulls, Hadjar mendapat promosi untuk menggantikan Yuki Tsunoda, menandai langkah besar dalam kariernya di Formula 1.
Berusia 21 tahun, Hadjar kini menghadapi tantangan besar: membuktikan kredensialnya di samping Max Verstappen, juara dunia yang dikenal ketat terhadap rekan setimnya, seperti yang dibuktikan oleh Daniel Ricciardo, Pierre Gasly, Alex Albon, Sergio Perez, Liam Lawson, dan Tsunoda.
Baca Juga:
Isack Hadjar Tanggapi Rumor Promosi ke Red Bull dengan Santai
Meski begitu, CEO Racing Bulls, Peter Bayer, melihat sejumlah kesamaan antara Hadjar dan Verstappen, yang bisa menjadi modal kuat bagi Hadjar di Red Bull. Bayer bekerja langsung dengan Hadjar sepanjang musim lalu, menyaksikan pembalap asal Prancis-Aljazair itu bangkit dari kecelakaan hebat di lap pembentukan Grand Prix Australia dan menunjukkan bakat serta karakter yang menonjol.
“Dia salah satu pembalap paling pekerja keras yang pernah saya lihat. Dia sangat berdedikasi, pindah ke Faenza untuk lebih dekat dengan insinyur, dan fokus pada satu hal: balapan,” ujar Bayer dalam wawancara eksklusif dengan RacingNews365, dikutip Kamis (8/1/2026).
“Kadang-kadang kita tidak seharusnya membandingkan, tapi jujur, dia mengingatkan saya pada Max dalam beberapa hal. Setelah FP1, dia akan berkata, ‘Peter, saya ingin langsung ke kualifikasi. Saya tidak sabar untuk balapan.’ Itulah Isack. Ini tentang balapan, bekerja keras, fokus,” lanjutnya.
Bayer menekankan bahwa Hadjar juga menunjukkan kualitas mental yang serupa dengan Verstappen: tetap konsisten, disiplin, dan selalu lapar akan hasil terbaik, meski menghadapi pasang surut performa.
“Saya senang dia mengalami naik-turun musim lalu. Itu membuatnya manusiawi. Tapi secara keseluruhan, trajektorinya mengesankan – fokus, disiplin, dan siap bersaing di level tertinggi,” tambah Bayer.
Dengan bakat, dedikasi, dan mentalitas yang dinilai mirip Verstappen, Hadjar diharapkan bisa menyesuaikan diri dengan cepat di Red Bull, sekaligus menjadi rekan setim yang tangguh dan menjanjikan di Formula 1 musim 2026.






