JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Permukaan Jembatan Cileungsi 2 di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di kabarkan amblas sehingga membahayakan pengguna jalan dan menimbulkan kemacetan panjang menuju Jakarta pada Rabu (26/11/2025)
Penyebabnya diduga akibat Struktur beton konstruksi box culvert di bagian bawah jembatan mengalami kerusakan.
Pantauan di Jalan Raya Cileungsi pada Rabu pagi menunjukkan arus kendaraan bergerak sangat lambat. Para pengendara terlihat berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi proyek.
Sejumlah pekerja juga terlihat melakukan pembongkaran ulang di area yang mengalami keretakan. Situasi tersebut membuat lalu lintas dari arah Jonggol menuju Jakarta tersendat hingga beberapa kilometer.
Kerusakan pada bagian box culvert tersebut diduga dipicu oleh pemasangan konstruksi yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Struktur penopang yang seharusnya menahan beban berat harian kendaraan tidak mampu berfungsi optimal, terutama ketika dilalui truk logistik berkapasitas besar. Akibatnya, satu unit box culvert mengalami pecah, yang kemudian memengaruhi kestabilan jembatan secara keseluruhan.
Pihak kontraktor akhirnya harus melakukan pembongkaran total terhadap bagian dasar jembatan untuk mengganti seluruh elemen box culvert.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan keamanan pengguna jalan serta mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan pengendara.
Jembatan Cileungsi II sendiri merupakan infrastruktur penting di wilayah timur Kabupaten Bogor. Jembatan ini menjadi jalur utama warga yang bepergian menuju Jakarta, Cibubur, dan kawasan industri di sekitarnya. Selain itu, jembatan ini juga menjadi rute strategis bagi distribusi logistik antara kawasan industri dan permukiman.
Kerusakan ini langsung berdampak pada pengguna jalan, khususnya sopir angkutan barang. Kemacetan panjang membuat waktu perjalanan semakin tidak efisien dan merugikan pengemudi yang harus mengejar target pengiriman.
“Rugi waktu. Perjalanan terhambat,” ujar Asep, seorang sopir truk yang terjebak dalam kemacetan panjang di lokasi pembangunan.
Baca Juga:
Banjir dan Longsor Meluas, Padang Pariaman Tetapkan Status Tanggap Darurat
Komandan Pos Dishub Wilayah Cileungsi, Hamdani, membenarkan bahwa kemacetan yang terjadi disebabkan oleh pengerjaan ulang konstruksi jembatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa adanya keretakan di bagian bawah jembatan, sebagaimana dilaporkan pihak pelaksana proyek, memaksa pengerjaan dibongkar kembali.
“Macet diakibatkan pembongkaran berulang. Informasi dari pihak proyek, ada keretakan di dasar jembatan. Arus lalu lintas melambat dari arah Jonggol menuju Jakarta sekitar dua kilometer,” ujar Hamdani.
Ia menambahkan bahwa pihak Dishub telah menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kepadatan. Meskipun demikian, volume kendaraan yang tinggi membuat jalur Jonggol tetap menjadi titik yang paling terdampak kemacetan. Petugas lapangan dipasang di sejumlah titik untuk membantu pengaturan lalu lintas.
Proyek pembangunan Jembatan Cileungsi II bernilai Rp1,336 miliar ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bertujuan meningkatkan konektivitas antardaerah, mengurangi risiko banjir, serta memperlancar arus kendaraan di jalur lintas timur Bogor. Proyek dimulai pada 22 Agustus 2025 dan awalnya dijadwalkan selesai pada 26 September 2025.
Namun, kerusakan struktur pada jembatan membuat proses pembangunan terhambat dan berpotensi mengalami keterlambatan signifikan. Pihak pelaksana proyek kini harus memulai kembali pekerjaan dari tahap dasar, yang dapat membuat waktu penyelesaian melampaui target yang ditetapkan.
Dengan pekerjaan yang kembali diulang, masyarakat berharap pemerintah daerah dan pelaksana proyek memperketat pengawasan kualitas konstruksi demi mencegah insiden serupa di masa mendatang. Sementara itu, pengguna jalan diminta tetap waspada dan mematuhi arahan petugas lalu lintas saat melintas di sekitar lokasi pembangunan.